MADIUN, Jawa Pos Radar Ponorogo – SMKN 2 Ponorogo menunjukkan komitmennya sebagai sekolah peduli lingkungan.
Sejak tahun ajaran 2014–2015, visi “Unggul, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan” menjadi pijakan utama dalam seluruh aktivitas pendidikan.
Beragam aksi nyata terus dilakukan. Mulai dari jalan sehat sambil pungut sampah, Jumat Bersih, hingga fashion show daur ulang di peringatan Hari Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.
Sekolah ini juga telah mengantongi predikat Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Kini, target tertingginya adalah meraih status Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Inovasi menjadi bagian penting. Program School Food Care (SFC) menjadi contoh, mengajarkan siswa tentang manajemen pangan sehat dan pertanian ramah lingkungan.
Ada pula kegiatan bank sampah, urban farming, dan daur ulang kain perca menjadi produk fesyen bernilai ekonomis.
Tidak hanya siswa, para guru juga aktif dan berprestasi.
Salah satu guru SMKN 2 Ponorogo bahkan terpilih sebagai peserta nasional Climate Innovation Generation Program (CIGPro) 2024, menunjukkan kontribusi sekolah dalam isu perubahan iklim.
Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto, S.Pd., menegaskan bahwa pihaknya ingin membentuk generasi muda yang tak hanya kompeten, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Resep Klepon Cupcake Kukus, Inovasi Kue Tradisional dengan Sentuhan Kekinian
“Kesadaran lingkungan harus jadi bagian dari karakter siswa,” ujarnya. (fac/kid/*)
Editor : Mizan Ahsani