Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Poltekkes Kemenkes Malang Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kab. Ponorogo) Inisiasi Matras TBC, Kontribusi Nyata Wujudkan Ponorogo Bebas TBC

Sugeng Dwi N. • Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:24 WIB
Ketua Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kab. Ponorogo) Poltekkes Kemenkes, Endang Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep dan jajaran menggelar program MATRAS TBC di Kel. Kadipaten, Babadan, Ponorogo.
Ketua Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kab. Ponorogo) Poltekkes Kemenkes, Endang Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep dan jajaran menggelar program MATRAS TBC di Kel. Kadipaten, Babadan, Ponorogo.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya mewujudkan Kabupaten Ponorogo bebas tuberkulosis (TBC) terus digencarkan. Poltekkes Kemenkes Malang, Prodi D3 Keperawatan Kampus Ponorogo andil besar dalam upaya tersebut melalui program di wilayah binaan di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan.

Program tersebut bertajuk Menuju Eliminasi TBC dengan Kolaborasi TBC–Diabetes Melitus melalui Masyarakat Berantas TBC (MATRAS TBC).

Ketua Prodi D3 Keperawatan (Kampus Kab. Ponorogo) Poltekkes Kemenkes, Endang Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan program ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan selama tiga tahun, mulai 2024 hingga 2026.

Rangkaian kegiatan mencakup peningkatan kesadaran masyarakat tentang TBC dan diabetes melitus (DM), deteksi dini, pembentukan Desa Siaga DM, serta pembenahan kondisi kesehatan lingkungan.

''Kami ingin mendukung program pemerintah menuju eliminasi TBC tahun 2030. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat,'' ujarnya kemarin (21/10/2025).

Menurutnya, wilayah Kadipaten dipilih karena masih ditemukan kasus aktif TBC. Intervensi ini diharapkan mempercepat penanganan dan penemuan kasus baru, terutama penderita DM yang berisiko tinggi terhadap infeksi TBC.

''Melalui pendekatan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kami optimistis target zero TBC dapat tercapai. Semua unsur civitas akademika kami yaitu dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan ikut turun langsung di lapangan,'' terang Endang.

Program wilayah binaan ini telah dimulai sejak Juli 2024. Poltekkes Kemenkes Malang berkomitmen menjalankannya secara konsisten hingga 2026, sehingga tercapai policy brief sebagai rekomendasi kebijakan berbasis hasil kegiatan di lapangan.

''Kami juga menjalin kemitraan dengan PKK, kader kesehatan, perangkat desa, dan Dinas Kesehatan untuk memperkuat jejaring layanan,'' imbuhnya.

Kepala Puskesmas Babadan, Bawani, S.Kep,Ns menambahkan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan skrining TBC bersama Poltekkes Kemenkes Malang pada 8–18 September 2025 di empat posyandu.

Baca Juga: UMKM Binaan Program BRIncubator Bawa Batik Tangerang ke Pasar Dunia

Sebanyak 275 warga mengikuti pemeriksaan, ''Hasilnya, kami menemukan 25 penderita diabetes melitus (DM) dan 48 terduga TBC,'' jelas Bawani.

Seluruh penderita positif telah menjalani pengobatan secara gratis melalui program TBC yang difasilitasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo.

''Obat TBC tergolong mahal dan khusus, tetapi seluruh pasien kami tangani tanpa biaya sampai sembuh,'' tegasnya.

Bawani juga mengapresiasi kolaborasi Poltekkes Kemenkes Malang dalam kegiatan skrining tersebut.

''Program ini sangat membantu puskesmas dan mempercepat penemuan kasus di masyarakat,'' tambahnya. (gen/adv/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#kampus ponorogo #tuberkulosis #tbc #prodi d3 keperawatan #Zero TBC #Poltekkes Kemenkes Malang #kelurahan kadipaten #matras tbc #ponorogo #pengabdian masyarakat