Jawa Pos Radar Madiun – Nama Agus Pramono mendadak disorot usai terseret OTT (operasi tangkap tangan) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Ia termasuk dalam tujuh pejabat yang diamankan lembaga antirasuah, Jumat malam (7/11), dan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (8/11).
Agus bukan wajah baru di birokrasi Jawa Timur.
Pria kelahiran Madiun, 11 Januari 1970 itu sudah lebih dari tiga dekade malang melintang di pemerintahan.
Ia dikenal sebagai birokrat senior yang cermat dan disiplin, dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo.
Karier Panjang dari Madiun ke Ponorogo
Agus memulai karier sebagai Sekcam Dolopo, Kabupaten Madiun, pada 1998.
Lalu naik menjadi Camat Mejayan, sebelum dipercaya menjabat Kepala Bappeda dan Balitbang di awal 2000-an.
Langkah kariernya terus menanjak. Tahun 2009, ia dipercaya sebagai Kepala Bakesbangpolinmas Kabupaten Madiun, kemudian Asisten Pemerintahan pada 2011.
Setahun berselang, namanya masuk radar Gubernur Jawa Timur untuk posisi strategis sebagai Sekda Kabupaten Ponorogo, yang dijabatnya sejak 2012 hingga kini.
Selama menjabat, Agus dikenal sebagai figur teknokratis di balik roda birokrasi. Ia mengawal banyak kebijakan pemkab, termasuk reformasi kepegawaian dan efisiensi anggaran daerah.
Terseret OTT Bersama Bupati Sugiri
Namun karier panjang itu kini tengah diuji. Agus ikut diamankan KPK bersama sejumlah pejabat lain, termasuk Direktur RSUD dr Harjono, dr Yunus Mahatma.
Mereka dibawa ke Jakarta pada Sabtu pagi dalam dua kloter penerbangan.
Informasi internal menyebut, KPK tengah mendalami dugaan permintaan uang miliaran rupiah kepada direktur RSUD terkait perpanjangan masa jabatan.
Sebagai sekda, posisi Agus dinilai strategis dalam proses administrasi mutasi dan perpanjangan jabatan pejabat daerah.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari KPK soal status hukum Agus Pramono. Namun, penyidik dikabarkan telah mengamankan sejumlah dokumen dan perangkat elektronik dari rumah dinas bupati.
Sosok Akademis yang Tekun
Di luar urusan kasus, Agus dikenal sebagai pejabat yang menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan.
Ia tercatat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral (S-3) dan aktif memberi pembinaan kepada ASN Ponorogo.
Beberapa kali ia mewakili bupati membuka kegiatan pelatihan CPNS dan lomba inovasi birokrasi.
Kini, reputasi panjang itu terancam tercoreng oleh kasus yang menyeret atasan langsungnya. Pertanyaannya, apakah Agus Pram ikut terlibat? (naz)
Editor : Mizan Ahsani