Jawa Pos Radar Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung, Senin (10/11) sore, memicu tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran.
Tebing setinggi lima meter ambrol dan menimpa bagian belakang rumah milik Jarot Wahyudi.
Meski tak ada korban jiwa, satu keluarga terpaksa mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul 16.00.
Tanah di tebing curam di sisi kanan rumah korban tidak mampu menahan derasnya air hujan.
“Material longsor meluncur deras menghantam dapur dan kamar mandi rumah,” terangnya.
Jarot sebelumnya sempat melaporkan adanya potensi longsor ke pemerintah desa pada malam hari sebelum kejadian.
Namun karena sudah larut malam, penanganan baru direncanakan keesokan harinya.
“Belum sempat ditangani, paginya sudah longsor,” kata Masun.
Empat penghuni rumah kini diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.
Tim gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan warga sekitar langsung dikerahkan untuk membersihkan material tanah yang menimbun bagian belakang rumah.
“Petugas bersama warga bergotong royong menyingkirkan sisa longsoran. Kami imbau warga sekitar agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi,” imbuhnya.
Hingga sore kemarin, proses pembersihan masih berlangsung.
BPBD menargetkan material longsor dapat disingkirkan dalam sehari.
Masun mengingatkan, Desa Banaran merupakan salah satu wilayah rawan bencana di Ponorogo.
Delapan tahun lalu, longsor besar di lokasi yang sama menelan puluhan korban jiwa dan menjadi salah satu tragedi terburuk di kabupaten ini.
“Semoga tidak ada longsor susulan,” harapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto