Jawa Pos Radar Ponorogo – Persinga Ngawi harus puas berbagi poin saat menghadapi Persepon Ponorogo dalam laga penyisihan Grup M Liga 4 Jawa Timur.
Duel yang digelar di Stadion Batoro Katong, Ponorogo, Senin (15/12), berakhir imbang 2-2.
Meski gagal mempertahankan keunggulan dua gol, hasil tersebut sudah cukup mengantarkan tim berjuluk Laskar Alas Ketonggo keluar sebagai juara grup dan memastikan tiket babak 32 besar.
Persinga tampil impresif sejak awal pertandingan.
Bermain sebagai tim tamu, mereka mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Persepon.
Gol pembuka tercipta pada menit 33 melalui striker Riski Sena yang sukses menaklukkan kiper Persepon, Efandri. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persinga kembali menambah keunggulan.
Pada menit 50, pemain bernomor punggung 11, Yuda Wisnu Pernama, mencetak gol lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.
Gol tersebut membuat Persinga unggul 0-2 dan berada di atas angin.
Namun, Persepon Ponorogo tidak tinggal diam.
Tekanan demi tekanan dilancarkan tuan rumah hingga akhirnya berbuah gol.
Pada menit 58, striker andalan Persepon Ali Mustofa memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Momentum tuan rumah berlanjut. Sepuluh menit berselang, tepatnya menit 68, Persepon berhasil menyamakan kedudukan.
Gol dicetak Abdul Aziz, gelandang bertahan Persepon, yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persinga usai situasi tendangan bebas.
Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persinga Ngawi Slamet Riyadi menyebut hasil imbang tersebut tetap disyukuri karena timnya memastikan lolos dari fase grup.
Dia mengakui pada laga itu Persinga melakukan sejumlah rotasi pemain.
"Pertandingan ini kami memang banyak melakukan rotasi pemain, sekaligus mencoba beberapa pemain untuk melihat kualitas mereka di kompetisi," ujar Slamet, Senin (15/12).
Menurutnya, rotasi dilakukan untuk menghindari risiko cedera dan akumulasi kartu kuning pada pemain inti.
Beberapa pemain juga sengaja diistirahatkan demi menjaga kebugaran jelang fase gugur.
Slamet juga mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi pada babak kedua.
Tekanan pertandingan serta kondisi di sekitar lapangan dinilai memengaruhi fokus pemain.
"Di babak kedua ada sedikit lengah, konsentrasi pemain sempat turun. Itu jadi catatan evaluasi kami ke depan," jelasnya.
Meski demikian, Slamet tetap optimistis Persinga Ngawi akan tampil lebih solid di babak 32 besar.
"Harapannya di babak 32 besar nanti tim semakin kompak dan bisa lolos ke babak selanjutnya," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto