Jawa Pos Radar Ponorogo – Amuk si jago merah masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Ponorogo.
Sepanjang 2025 lalu, Satpol PP dan Damkar Ponorogo menangani sedikitnya 61 kasus kebakaran dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, kasus kebakaran tertinggi terjadi pada September dengan total 13 kejadian.
Rinciannya, tujuh kebakaran lahan bambu, tiga kebakaran rumah, serta beberapa kejadian lain.
“Bulan Juli tercatat 12 kejadian, sedangkan bulan lainnya kurang dari 10 kejadian,” ungkap Bambang.
Berdasarkan jenis kejadian, kebakaran rumah atau bangunan menjadi kasus terbanyak sepanjang 2025, yakni mencapai 30 kejadian.
Disusul kebakaran lahan bambu sebanyak 13 kejadian dan kebakaran kandang ternak sembilan kejadian.
Sisanya merupakan kebakaran sampah dan kendaraan.
Meski demikian, Bambang menyebut jumlah kebakaran pada 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan 2024 yang mencapai 100 kejadian.
“Kalau dari jumlah kasus, terjadi penurunan cukup besar,” jelasnya.
Soal kerugian, Bambang memperkirakan nilainya mencapai miliaran rupiah.
Kerugian terbesar terjadi pada kebakaran kandang ayam.
Selain lokasi yang sulit dijangkau, banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Untuk menekan potensi kebakaran, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan bersama pemerintah desa.
“Kami bekerja sama dengan pemdes untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya dan potensi kebakaran,” pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto