Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Patung MRMP Ponorogo Lebih Tinggi dari GWK, Bikin Wisatawan Penasaran

Sugeng Dwi N. • Selasa, 13 Januari 2026 | 19:45 WIB
IKON RAKSASA: Patung Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) setinggi 126 meter di Sampung, Ponorogo, menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
IKON RAKSASA: Patung Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) setinggi 126 meter di Sampung, Ponorogo, menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Rasa penasaran Ricky Hermawan akhirnya terjawab.

Warga Kota Madiun itu tak perlu jauh-jauh terbang ke Bali untuk menyaksikan patung raksasa sekelas Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang memiliki tinggi 121 meter.

Kini, di Ponorogo berdiri Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) dengan ketinggian 126 meter, lebih menjulang dibanding GWK.

Ricky bersama keluarga dan rombongan datang langsung ke MRMP di Desa/Kecamatan Sampung pada Minggu (11/1).

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan patung tertinggi di Indonesia yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Patung raksasa itu mencuri perhatian setelah viral di media sosial.

Namanya ikut terseret dalam perbincangan nasional, menyusul dikaitkan dengan dugaan kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko.

Sebelum ke MRMP, Ricky dan keluarga sempat berwisata ke Telaga Ngebel.

Meski jarak MRMP dari Ngebel mencapai 40,6 kilometer—bahkan lebih jauh ketimbang kembali ke rumahnya di Madiun—rasa penasaran membuat mereka tetap melanjutkan perjalanan.

“Sebenarnya cuma penasaran. Taunya dari internet saja. Katanya patungnya tertinggi di Indonesia, bahkan mengalahkan GWK di Bali,” kata Ricky.

Sesampainya di lokasi, pengunjung belum diperkenankan naik ke bagian atas monumen karena status pembangunan yang belum rampung.

Namun, Ricky mengaku tetap puas hanya menyaksikan kemegahan patung dari bawah.

Keberadaan deretan UMKM dan pasar malam di sekitar area monumen menjadi nilai tambah.

Anak-anaknya pun merasa terhibur selama berada di kawasan MRMP.

“Anak-anak senang. Aksesnya mudah, parkir seikhlasnya. Jadi menurut saya cukup worth it,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Dwi Santoso, menegaskan bahwa MRMP hingga kini belum berstatus sebagai destinasi wisata resmi yang dikelola pemkab.

Menurutnya, MRMP masih dalam tahap pembangunan sehingga sejumlah fasilitas dasar belum tersedia.

Mulai musala hingga toilet umum yang masih nihil di lokasi.

“Statusnya belum operasional sebagai objek wisata. Kami masih menunggu arahan pimpinan terkait kelanjutan pembangunan,” jelas Dwi.

Meski demikian, dia mengakui potensi MRMP sangat besar.

Lonjakan kunjungan warga dalam beberapa bulan terakhir menjadi bukti daya tarik monumen raksasa tersebut.

“Potensinya luar biasa. Di lapangan kelihatan sendiri, pengunjungnya banyak,” tandasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#patung tertinggi Indonesia #wisata Sampung #destinasi baru Ponorogo #gwk bali #mrmp ponorogo #wisata viral Jawa Timur #Monumen Reog #ponorogo