PONOROGO – Dampak gempa Pacitan turut dirasakan di Kabupaten Ponorogo.
BPBD Ponorogo mencatat sedikitnya empat rumah dan satu gudang roboh, serta satu masjid mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang berpusat di dasar laut selatan.
Kerusakan terparah dialami rumah milik Paniyem, 64, warga Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo (Kota).
BPBD menyebut kondisi rumah tersebut masuk kategori rusak berat dan tidak layak huni.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, kerusakan akibat gempa tersebar di lima lokasi berbeda.
Namun titik paling parah berada di Kelurahan Surodikraman.
“Kondisinya darurat dan paling parah daripada titik-titik lainnya,” kata Masun.
Di lokasi tersebut, bangunan dapur, kamar tidur, dan kamar mandi dilaporkan roboh.
Paniyem diminta mengungsi ke rumah kerabat karena struktur bangunan dinilai membahayakan jika tetap ditempati.
Kerusakan lain juga terjadi di Dukuh Banyon, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit.
Satu rumah dilaporkan roboh pada bagian dapur dan atap kamar mandi.
Sementara di Desa Bogem, Kecamatan Sampung, satu gudang penyimpanan roboh setelah rangka atap dan asbes ambruk akibat guncangan.
Di Kecamatan Slahung, tepatnya di Desa Gombang, dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding dan kamar tidur.
“Sedangkan di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, masjid dilaporkan mengalami kerusakan ringan berupa genteng jatuh,” jelasnya.
BPBD menyebut gempa di Ponorogo dirasakan pada skala intensitas III MMI. Getaran terasa jelas di dalam rumah, seperti ada truk melintas.
BPBD Ponorogo telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak, berkoordinasi lintas sektor, serta melakukan pembersihan puing bangunan.
Selain itu, bantuan logistik darurat juga disalurkan.
Bantuan meliputi paket sandang, perlengkapan kebersihan, lansia kit, serta peralatan rumah tangga.
“Untuk rumah yang rusak berat dan membahayakan, kami usulkan pemenuhan hunian sementara agar hak dasar warga tetap terpenuhi,” ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto