Jawa Pos Radar Ponorogo – Supardan semringah.
Ia tak perlu lagi mengayuh becak tuanya keliling kota.
Pria 81 tahun itu mendapat becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto, Senin (9/2).
Supardan mengaku mengayuh becak sejak 1991.
Namun, perkembangan zaman membuat jasanya makin sepi.
Kondisi becak yang termakan usia dan tenaga yang tak lagi kuat membuat penumpang beralih ke moda lain.
“Sekarang alhamdulillah tidak harus mengayuh becak lagi, tinggal gas. Semoga penumpangnya tambah suka,” kata Supardan.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, terdapat 525 tukang becak tercatat di Ponorogo.
Sebanyak 200 di antaranya mendapat bantuan becak listrik.
Tahap pertama bantuan diprioritaskan bagi pengayuh lanjut usia.
Alasannya, banyak lansia masih harus bekerja meski kondisi fisik terbatas.
“Lansia terkadang terkendala mengayuh becak. Mereka terdesak kebutuhan makan dan harus tetap mengayuh di usia tua,” kata Bunda Rita, sapaan Lisdyarita.
Bunda Rita berharap modernisasi kendaraan itu dapat meningkatkan penghasilan tukang becak.
Sekaligus membuat mereka tidak kalah saing.
Ia juga berpesan agar bantuan tersebut dijaga dan tidak dipindahtangankan.
“Kami titip pesan, karena becak ini pemberian Pak Presiden, jadi dijaga baik-baik, jangan dipindahtangankan,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S. Deyang menambahkan, bantuan becak listrik berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo.
Becak diproduksi PT Pindad dengan nilai Rp 22 juta per unit.
“Murni dari hati nurani Pak Presiden yang melihat tukang becak banyak yang sepuh masih mengayuh di jalan,” kata Nanik. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto