Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kasus SPPG Rumah Walet di Ponorogo, Dinkes Ikut Kena Semprit Gara-Gara Satu Masalah Paling Krusial

Mizan Ahsani • Kamis, 12 Februari 2026 | 20:31 WIB
BGN mendesak SPPG di Banyudono, Ponorogo, yang satu bangunan dengan rumah walet, agar pindah secepatnya.
BGN mendesak SPPG di Banyudono, Ponorogo, yang satu bangunan dengan rumah walet, agar pindah secepatnya.

Jawa Pos Radar Madiun – Temuan mengejutkan didapatkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat melakukan inspeksi mendadak di Ponorogo.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi alias SPPG di Banyudono, Ponorogo, diketahui beroperasi di lokasi yang tidak lazim, yakni bekas rumah burung walet.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, langsung memberikan ultimatum keras.

Pihaknya memerintahkan agar dapur tersebut segera direlokasi karena tidak memenuhi standar teknis dan kesehatan.

"Meski bagian atas bangunan telah ditutup, di sisi kanan dan kiri dapur masih terdapat rumah burung walet aktif, sehingga tetap menimbulkan potensi risiko sanitasi," tegasnya, Kamis (12/2).

BGN memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada pemilik dan pengelola untuk memindahkan operasional dapur ke lokasi yang sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

Baca Juga: BGN Semprot SPPG Mitra MBG: Jangan Cuma Kongko Dapat Rp 6 Juta Sehari, Begini Sanksinya Jika Curangi Menu

Dikepung Sarang Walet Aktif

Lokasi dapur SPPG Banyudono ini dinilai sangat berisiko bagi keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dapur berada di lantai bawah bangunan bekas rumah walet.

Masalah utamanya, bangunan tersebut masih diapit oleh rumah walet yang masih aktif beroperasi di sisi kanan dan kirinya.

Hal ini melanggar prinsip dasar sanitasi dan higienitas pangan yang ketat.

Selama masa transisi relokasi 3 bulan ini, Nanik menekankan bahwa pengelola bertanggung jawab penuh menjamin tidak ada kontaminasi apa pun pada makanan siswa.

Baca Juga: Murka Petinggi BGN saat Sidak di Ponorogo: Kaget SPPG Jadi Satu dengan Rumah Walet, Begini Reaksinya

Toilet di Depan Pintu dan Alur Kacau

Tak hanya soal lokasi rumah walet, Nanik juga menyoroti desain interior dapur yang dinilai amburadul dan menyalahi SOP BGN.

Beberapa pelanggaran fatal yang ditemukan.

Toilet berada di dalam area dapur, bahkan posisinya tepat di depan pintu masuk.

Dapur hanya memiliki dua pintu (satu rusak), menyebabkan alur bahan baku mentah, makanan matang, dan ompreng kotor bercampur jadi satu.

Juga ditemukan penggunaan chiller dan lemari pendingin bekas, serta tidak adanya water heater (pemanas air) untuk pencucian ompreng yang steril.

"Masa toilet di dalam area dapur dan bahkan tepat di depan pintu masuk," kritik Nanik tajam.

Baca Juga: Daftar SPPG di Madiun Raya yang Disemprit BGN: Magetan Terbanyak, Pucangrejo Wajib Dibongkar Total

Dinkes Ponorogo Kena Tegur

Dalam rilis BGN, mereka juga menyayangkan sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo.

Nanik mempertanyakan mengapa sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bisa lolos dan diterbitkan untuk dapur dengan kondisi faktual yang tidak memenuhi ketentuan teknis tersebut.

Padahal, SLHS merupakan urusan krusial dalam urusan pemberian makanan sehat dan bergizi untuk seluruh penerima manfaat MBG.

Temuan di Ponorogo ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran BGN untuk memperketat pengawasan Program MBG di seluruh Indonesia agar tetap aman dan higienis. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Makan Bergizi Gratis #SPPG bermasalah #SLHS #sanksi #nanik s deyang #badan gizi nasional #Rumah walet #banyudono #ponorogo #BGN