Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan kreatif dengan konsep unik disuguhkan oleh peserta ke-23, Muhammad Faris Ibnu Abas, di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026.
Siswa dari SDN Singkil ini tampil percaya diri di Atrium Suncity Mall Madiun, Sabtu (14/2).
Faris membuka tausiyahnya dengan melantunkan lagu Jawa bertema puasa serta ajakan meneladani Kanjeng Nabi Muhammad SAW, yang langsung membuat suasana semakin hidup dan menarik perhatian hadirin.
Sindir Fenomena "Gila" Bintang TikTok
Dalam ceramahnya, Faris mengangkat fenomena sosial masa kini di mana banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi bintang, mulai dari bintang film hingga bintang TikTok.
"Namun, ada satu Bintang yang cahayanya tidak akan pernah redup hingga hari kiamat, yakni Rasulullah SAW," ujarnya tegas.
Menurutnya, sosok inilah yang seharusnya menjadi panutan utama umat Islam, bukan sekadar selebritas media sosial yang viral sesaat.
Baca Juga: Spiderman Lewat! Yaqdhan Aswangga Sebut Nabi Idola Paling Keren Sepanjang Masa
Bedah Rumus STAR ala Faris
Untuk memudahkan hadirin mengingat pesan dakwahnya, Faris menguraikan empat sifat Rasulullah melalui konsep kreatif bertajuk STAR.
S: Sabar
Faris mengingatkan teman-temannya agar tidak mudah terpancing emosi.
"Jika diejek, balaslah dengan senyuman. Jika marah, ingatlah bahwa kita sedang berpuasa," pesannya.
T: Tekun Beribadah
Ia menceritakan kisah inspiratif tentang Rasulullah yang kakinya sampai bengkak karena panjangnya berdiri dalam salat malam, padahal beliau telah dijamin masuk surga.
"Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?" kutipnya menirukan jawaban Nabi.
A: Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Faris mengajak teman-temannya untuk rajin mengaji sejak Subuh hingga Isya, meneladani Rasulullah yang setiap malam disimak bacaannya oleh Malaikat Jibril.
R: Rutin Bersedekah
Poin terakhir adalah kedermawanan. Ia mengibaratkan sedekah Nabi di bulan Ramadan seperti angin yang berhembus kencang, cepat, dan memberi manfaat luas.
Menutup tausiyahnya, Faris mengajak hadirin untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial agar tidak ada lagi kisah-kisah pilu yang terabaikan di sekitar kita. Penampilannya diakhiri dengan lagu bertema semangat Ramadan yang disambut tepuk tangan meriah. (*)
Editor : Mizan Ahsani