Jawa Pos Radar Ponorogo – Gerakan Ponorogo resik-resik (bersih-bersih) serentak digelar di berbagai sudut kabupaten ini kemarin (13/2).
Pemkab bersama TNI, Polri, perusahaan hingga warga kerja bakti di lingkungan masing-masing.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memimpin langsung kerja bakti ASN bersama forkopimda di Taman Klono Sewandono.
Menurutnya, aksi Jumat Bersih bukan sekadar seremoni.
Agenda tersebut sudah lama dirancang untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Sekaligus memperkuat program nasional Indonesia Asri.
“Ini gerakan bersama. Tapi yang paling penting dimulai dari rumah, biasakan memilah sampah basah dan kering,” kata Bunda Rita, sapaan plt bupati.
Kerja bakti dilakukan menyeluruh, termasuk di lingkungan perkantoran dan permukiman warga.
Seluruh RT diinstruksikan menggelar gotong royong serupa agar kebersihan tidak berhenti di tingkat kabupaten.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi banjir maupun penyakit akibat sampah menumpuk.
“Perubahan cuaca dan intensitas hujan tinggi kerap memicu persoalan lingkungan jika tidak diantisipasi sejak dini,” terangnya.
ASN diminta meluangkan waktu 15–30 menit setiap Selasa dan Jumat sebelum bekerja untuk membersihkan area kantor.
Ini mengimplementasikan surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait kerja bakti rutin.
“Tidak perlu lama, yang penting rutin. Sebelum memulai aktivitas, lingkungan kantor sudah bersih,” imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo menambahkan, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan mutlak diperlukan.
Terlebih, kondisi TPA Mrican saat ini overload.
Pihaknya mengimbau warga memilah limbah daur ulang serta organik untuk dimanfaatkan.
“Bisa dijual atau limbah jadi kompos, baru yang non value nanti dibuang ke TPA, agar yang masuk tidak terlalu banyak,” ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto