Jawa Pos Radar Ponorogo – Kabupaten Ponorogo kembali menjadi tujuan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) seperti pengemis dan pengamen setiap Ramadan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban, Satpol PP dan Damkar meningkatkan patroli rutin.
Kasatpol PP dan Damkar Ponorogo Eko Edi Suprapto mengatakan patroli digelar setiap malam menyasar titik strategis.
Di antaranya Alun-alun Ponorogo, Jalan HOS Cokroaminoto, serta sejumlah ruas jalan utama lainnya.
’’Nanti pada H-7 dan H+7 Lebaran akan kami tingkatkan lagi ke jalur mudik, khususnya di persimpangan,’’ ujarnya, Minggu (22/2).
Menurut Eko, penanganan pengemis dan pengamen tergolong tidak mudah.
Petugas kerap tidak menemukan mereka saat razia digelar. Bahkan, yang sudah dibina sering kembali beroperasi.
’’Kalau pengamen biasanya alatnya kami tahan mulai seminggu sampai beberapa bulan, tapi mereka tetap kembali,’’ ungkapnya.
Data Satpol PP menunjukkan mayoritas pengemis dan pengamen berasal dari luar daerah, bahkan luar Pulau Jawa.
Petugas juga menemukan sebagian kelompok menyewa mobil serta menginap di hotel selama beroperasi di Ponorogo.
Eko mengimbau masyarakat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran.
’’Lebih baik sumbangan diberikan langsung ke tempat yang benar-benar membutuhkan,’’ pesannya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto