Jawa Pos Radar Ponorogo – Relokasi Pasar Hewan Jetis rampung dibangun.
Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo memastikan pasar sapi dan kambing akan dijadikan satu di lokasi baru, tepatnya di selatan perempatan Jetis.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperdakum Ponorogo Okta Hariyadi mengatakan revitalisasi fisik pasar telah selesai.
Namun, sejumlah kelengkapan dan penyempurnaan masih dilakukan sebelum pasar diresmikan dan difungsikan.
’’Revitalisasi selesai, tapi butuh penambahan kelengkapan dan penyempurnaan sebelum diresmikan,’’ ujarnya.
Relokasi pasar sapi tersebut menelan anggaran APBD sebesar Rp 1,9 miliar.
Nilai itu belum termasuk rencana perbaikan akses jalan menuju lokasi baru yang dinilai masih terlalu sempit untuk dilalui truk pengangkut ternak.
Karena itu, pasar relokasi belum langsung dioperasikan.
Disperdakum akan melakukan sosialisasi kepada pedagang setelah pembangunan kantong parkir di lokasi pasar lama selesai.
’’Nanti kalau parkir di pasar lama sudah dibangun, baru kami sosialisasikan pedagang untuk pindah ke pasar hewan relokasi,’’ jelasnya.
Pasar lama rencananya dialihfungsikan menjadi kantong parkir wisata religi makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Tegalsari.
Okta mengakui kapasitas pasar relokasi lebih kecil dibandingkan lokasi lama.
Dengan luas lahan sekitar 5.000 meter persegi, pasar baru diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 250 ekor ternak dalam satu waktu.
Padahal, pada momen tertentu seperti Idul Adha, jumlah ternak di pasar lama bisa mencapai 450 hingga 500 ekor.
’’Ini yang akan jadi perhatian kami, nanti diupayakan untuk bisa diperlebar,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto