Jawa Pos Radar Ponorogo – Perjalanan ibadah umrah jemaah asal Ponorogo sempat tersendat akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sedikitnya 38 jemaah dari Bumi Reog berada di Tanah Suci saat konflik Iran dengan Israel serta Amerika Serikat memanas.
Sebanyak 13 jemaah bahkan tertahan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah selama tiga malam sebelum akhirnya melanjutkan penerbangan kembali ke Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo Marjuni mengatakan awalnya terdapat 54 jemaah yang berangkat melalui biro Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPU) di Ponorogo.
Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya 38 jemaah yang merupakan warga asli Ponorogo.
’’Selain itu ada dua orang batal berangkat. Jadi warga Ponorogo yang beribadah umrah 38 orang, ada yang perjalanan pulang,’’ kata Marjuni.
Dari jumlah tersebut, 13 jemaah sempat tertahan di Jeddah karena penyesuaian jadwal penerbangan.
Rombongan yang dijadwalkan pulang 1 Maret lalu harus menunggu hingga tiga malam di penginapan sekitar bandara.
’’Alhamdulillah informasi terakhir pagi ini mereka sudah terbang dari Jeddah dan transit di Bandar Seri Begawan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Air,’’ jelasnya.
Sementara itu, 25 jemaah lainnya masih menjalani ibadah di Tanah Suci.
Marjuni memastikan selama masa tunggu seluruh kebutuhan jemaah difasilitasi pihak PPU.
Sejauh ini juga tidak ada laporan gangguan kesehatan maupun insiden keamanan yang menimpa rombongan.
’’Keselamatan jemaah adalah prioritas. Kami terus memantau sampai seluruh jemaah kembali dengan selamat,’’ ungkapnya.
Seiring kondisi Timur Tengah yang masih belum stabil, pihaknya juga meminta penyelenggara perjalanan menunda sementara keberangkatan jemaah baru.
’’Kami minta PPU menahan keberangkatan sampai situasi benar-benar kondusif,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto