Minggu, 21 Apr 2019
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Pagu Belum Terpenuhi, Sejumlah Sekolah Tunggu PPDB Online Kedua 

07 Juli 2017, 16: 00: 02 WIB | editor : Budhi Prasetya

Para pendaftar PPDB berjubel untuk melihat hasil sementara perangkingan di SMPN 5 Ponorogo, Kamis (6/7)

Para pendaftar PPDB berjubel untuk melihat hasil sementara perangkingan di SMPN 5 Ponorogo, Kamis (6/7) (Latiful Habibi/Radar Ponorogo)

PONOROGO – Wacana perpanjangan jadwal pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri sistem offline untuk memenuhi pagu sangat mungkin batal. Ini merupakan hasil rapat evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (6/7). 

‘’Kemungkinan tetap online lagi,’’ kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timut Wilayah Ponorogo Bambang Supriyadi. 

Dikonfirmasi melalui handphone Bambang menyampaikan perpanjangan jadwal PPDB offline masih dikaji Dindik Jatim. Sehingga, sekolah yang kekurangan pagu masih menunggu informasi lebih lanjut dari provinsi. 

‘’Informasinya jadwal PPDB online akan diperpanjang, tapi keputusannya menunggu Senin (10/7) nanti,’’ ungkapnya.

Hasil PPDB online akan diumumkan secara resmi pukul Jumat (7/7) 00.30 Wib (dini hari tadi). Setelah diumumkan, pihaknya akan segera mengumpulkan kepala sekolah yang masih kekurangan pagu untuk menyikapi hasil rapat Dindik Jatim tersebut. 

Tentunya sambil menunggu keputusan lebih lanjut soal rencana PPDB online kedua. ‘’Kapan mulai dan berakhirnya, bagaimana teknisnya, semua masih menunggu dari provinsi,’’ terangnya.

Jika PPDB online kedua atau tambahan diterapkan, maka calon peserta didik harus harus mengambil PIN baru lagi. Kemungkinan teknisnya masih sama seperti PPDB online pertama. Sedangkan bagi sekolah yang sudah terpenuhi pagunya, hasil pendaftaran akan dikunci. 

‘’Sehingga, yang bisa membuka pendaftaran tambahan hanya sekolah yang masih kurang pagunya,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bambang menyampaikan adanya wacana perpanjangan jadwal PPDB secara offline. Khususnya, untuk sekolah yang hingga pendaftaraan PPDB online dini hari tadi masih kekurangan pagu. 

Menurut dia, jadwal perpanjangan PPDB offline berakhir hingga masuk tahun ajaran baru tanggal 17 Juli 2017 nanti.

Sementara itu, PPDB SMP negeri sudah ditutup pukul 13.00 Wib kemarin. Hasil resminya akan diumumkan Senin (10/7) nanti. 

Sama halnya dengan PPDB SMA/SMK negeri, untuk jenjang SMP negeri juga masih banyak sekolah yang kekurangan pagu. Terutama sekolah pinggiran. 

Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo Tutut Erliena belum bisa menyampaikan hasilnya. Pun untuk solusi sekolah yang kekurangan pagu. 

‘’Ditunggu saja laporannya ya,’’ ujarnya singkat. 

Kepala SMPN 3 Ponorogo Dwijo Prayitno mengungkapkan hanya sekolah di Kecamatan Ponorogo (kota) yang pagunya sudah terpenuhi. Sedangkan sekolah pinggiran mayoritas masih kekurangan pagu. 

Ini bukti bahwa sekolah dalam kota masih jadi pilihan utama calon peserta didik baru. Kendati PPDB SMP negeri juga sudah menerapkan sistem zonasi. 

‘’(SMPN 3 Ponorogo) sudah terpenuhi pagunya,’’ terangnya.

Salah satu sekolah yang masih kekurangan pagu adalah SMPN 3 Ngrayun. Hingga pendaftaran ditutup kemarin siang, sekolah tersebut hanya menerima 41 peserta didik baru. 

Kepala sekolah setempat Edy Suprianto mengungkapkan sesuai aturan, sekolah tidak boleh menambah jadwal PPDB setelah ditutup. 

‘’Kecuali kalau nanti saat tahun ajaran sudah mulai dan ada siswa yang pindah, itu tidak apa-apa,’’ ujarnya.

Terkait kekurangan siswa itu, Edy tidak mempermasalahkan. Sebab, semua sudah diatur dalam peraturan PPDB SMP negeri. 

Namun, Edy menyebut yang dikeluhkan sekolah-sekolah pinggiran adanya batasan usia peserta didik baru. Sesuai Permen Nomor 17/2017, usia peserta didik baru maksimal 15 tahun. 

‘’Maka apabila ada pendaftar usianya melebihi itu tidak dapat diterima dalam PPDB tahun 2017 ini,’’ sebutnya.

Menurut Edy, sekolah pinggiran tidak dapat disamakan dengan di kota. Sebab, masih banyak anak yang terpaksa putus sekolah setelah lulus SD dan berniat melanjutkan sekolah lagi. 

Namun, karena usianya sudah 15 tahun lebih, tidak bisa diterima di sekolah di bawah naungan Dindik Ponorogo. Sedangkan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) tidak menerapkan aturan itu. 

‘’Banyak sekolah pinggiran yang mengeluhkan aturan itu,’’ ungkapnya.

Sementara itu suasana pengumuman hasil sementara rangking PPDB di SMPN 5 Ponorogo kemarin cukup ramai. Banyak orang tua maupun calon peserta didik baru berjubel untuk mengetahui hasilnya. 

Setelah diumukan sementara, puluhan pendaftar yang berpotensi tidak diterima memilih mencabut berkasnya untuk mendaftar ke sekolah lain sebelum pendaftaran ditutup pukul 13.00. 

‘’Sudah nggak yakin, makanya dicabut saja dan daftar di sekolah lain mumpung masih ada waktu,’’ ungkap Heru, salah seorang orang tua murid  saat menemani anaknya mencabut berkas kemarin.

(mn/tif/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia