Minggu, 26 May 2019
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Pengedar Pil Koplo Diringkus Polisi

07 Juli 2017, 19: 08: 30 WIB | editor : Budhi Prasetya

Salah seorang tersangka dan pil koplo yang berhasil diamankan di Mapolres Ponorogo, Kamis (6/7)

Salah seorang tersangka dan pil koplo yang berhasil diamankan di Mapolres Ponorogo, Kamis (6/7) (Istimewa for Radar Ponorogo )

PONOROGO – Generasi muda khususnya pelajar di Kabupaten Ponorogo harus lebih waspada agar tidak terhayut dalam pengaruh buruk narkoba. Pasalnya peredaran obat-obatan terlarang di kota setepat masih marak. 

Peringatan itu bukan isapan jempol belaka. Unit Opsnal Satreskoba Polres Ponorogo kembali meringkus dua pengedar pil dobel L, Rabu (5/7) kemarin. Kini, polisi tengah memburu pemasoknya. 

‘’Saat ini masih dalam proses pengembangan,’’ kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto, Kamis (6/7).

Menurut dia, pengembangan penyelidikan itu dilakukan setelah memeriksa dua tersangka Afrian Riky Hermawan, 19, warga Bringinan, Kecamatan Jambon dan Ferinda Alang Prasetyo, 19, warga Desa Duri, Kecamatan Slahung. 

Upaya pemberantasan barang haram tidak berhenti hanya pada dua pengedar lokal tersebut. Ini setelah polisi mendapat informasi pemasok pil koplo ternyata juga mengedarkan obat-obatan terlarang jenis lain. 

‘’Informasinya juga mengedarkan SS,’’ ungkapnya.

Diduga, pemasoknya warga daerah tetangga. Sementara kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Ponorogo. 

Mereka disangka sebagai pengguna dan pengedar, meski dalam skala kecil. Penangkapan kedua tersangka dilakukan pada tempat dan waktu berbeda. 

‘’Dari satu tersangka, lalu dikembangkan ke tersangka lainnya,’’ paparnya.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Dari tersangka Afrian Riky Hermawan, disita satu unit handphone Sony, 60 butir pil dobel L, dua dompet dan uang tunai Rp 100 ribu. 

Sedangkan dari tersangka Ferinda Alang Prasetyo disita 253 butir pil dobel L, satu unit handphone Andromax dan uang tunai Rp 300 ribu. 

‘’Barang bukti diamankan di Satreskoba Ponorogo,’’ tambahnya sembari menyebut sampel pil juga dikirim ke Labfor Cabang Surabaya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 196 Undang-undang 36/2009 tentang kesehatan. Keduanya terancam pidana penjara paling lama 10 tahun. Atau denda paling banyak Rp 1 miliar. 

‘’Sudah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut,’’ ungkapnya.

(mn/tif/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia