Jumat, 24 May 2019
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Sejumlah Sekolah Gagal Penuhi Pagu, PPDB Dibuka Lagi Hari Ini 

10 Juli 2017, 17: 30: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Orang tua siswa lulusan SMP Kota Madiun sibuk mendaftarkan buah hatinya dalam PPDB offline beberapa waktu lalu. 

Orang tua siswa lulusan SMP Kota Madiun sibuk mendaftarkan buah hatinya dalam PPDB offline beberapa waktu lalu.  (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Perpanjangan masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2017/2018 hingga Senin (10/7) ibarat mimpi buruk bagi sekolah swasta. Sebab, peluang SMA/SMK partikelir itu mendapat tambahan siswa baru semakin kecil. 

Apalagi, pendaftaran tambahan sehari untuk masuk SMA/SMK negeri tidak mengenal sistem zonasi.   ‘’Kami (sekolah swasta) hanya bisa pasrah,’’ ungkap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta Anwar Santoso, Minggu (9/7).

Padahal, SMA/SMK swasta sudah mati kutu saat muncul kebijakan penambahan jumlah pagu tiap rombongan belajar (rombel). Dalam aturan baru itu, rombel sekolah negeri maksimal menjadi 36 siswa. 

Anwar mengaku tidak habis pikir dengan kebijakan tambahan waktu PPDB untuk menambal kekurangan 329 pagu di SMA dan SMK negeri itu. 

‘’Apakah sekolah swasta sudah tidak boleh hidup,’’ tanya kepala SMA PSM Madiun itu. 

Nyaris dapat dipastikan ratusan siswa yang awalnya tidak lolos masuk sekolah pilihan mereka saat PPDB Jilid I bakal memanfaatkan kesempatan mendaftar ke SMA/SMK negeri hari ini. 

Pun, kemungkinan jumlah siswa yang sudah mendaftar ke sekolah swasta bakal susut karena beralih pilihan ke SMA/SMK negeri. 

‘’Kondisinya semakin tidak menguntungkan bagi sekolah swasta,’’ sesal Anwar. 

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMA St. Bonaventura Kota Madiun Siprianus Tri Wismo juga harap-harap cemas. Ini lantaran pagu sebanyak 144 di sekolahnya baru terisi 77. 

Pun, dari jumlah itu belum semuanya mendaftar ulang. Hingga Sabtu (8/7), baru 60 pendaftar yang mengambil seragam menandai proses daftar ulang. 

‘’Mudah-mudahan sisanya segera melakukan pendaftaran ulang,’’ harap Tri.

Dia mengaku khawatir PPDB Jilid II hari ini bakal membuat eksodus 17 calon siswanya yang belum daftar ulang itu. Belum lagi, berkas pendaftaran yang berpeluang dicabut. 

Belajar dari pengalaman PPDB tahun lalu,  sekolah swasta berharap mendapat limpahan peserta didik baru yang gagal masuk SMA/SMK negeri . Kendati Tri menegaskan kualitas lulusan SMK-nya tidak kalah dengan sekolah negeri. 

‘’Kami merasa dirugikan dengan molornya PPDB,’’ tegasnya. 

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia