Selasa, 21 May 2019
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Akibat PPDB Online Susulan, Dindik Jatim Dituding Plinplan

11 Juli 2017, 22: 38: 20 WIB | editor : Budhi Prasetya

Salah seorang calon peserta didik mendaftar PPDB SMA/SMK negeri online susulan, Senin (10/7) 

Salah seorang calon peserta didik mendaftar PPDB SMA/SMK negeri online susulan, Senin (10/7)  (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

PONOROGO – Umumnya calon wali murid yang protes terkait proses penerimaan peserta didik baru (ppdb). Namun yang terjadi di Kabupaten Ponorogo berbeda. Kali ini justru pengelola SMA swasta yang meradang. 

Mereka menuding Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur tidak konsisten. Terutama, terkait kebijakan memperpanjang pendaftaran ppdb online SMA/SMK negeri. 

‘’Itu menunjukkan pemerintah plin plan mengambil kebijakan,’’ kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Ponorogo Ikhwanul Abrori, Senin (10/7).

Seperti diketahui, pendaftaraan PPDB online ditutup Kamis (6/7) pukul 23.59 Wib lalu. Namun, Dindik Jatim kembali membuka PPDB SMK/SMK negeri online susulan, Senin (10/7) kemarin. 

Kebijakan itu diambil untuk memenuhi pagu SMA/SMK negeri yang masih kekurangan peserta didik baru.

Menurut Abrori, langkah tersebut sangat merugikan sekolah swasta. Sebab, beberapa sekolah swasta berharap ada limpahan pendaftar yang tidak diterima di sekolah negeri. 

Namun, ketika pemerintah membuka PPDB SMA/SMK online susulan, menjadi tamparan keras bagi sekolah swasta. 

‘’Ini mematikan harapan kami. Katanya pemerataan siswa, kalau seperti ini mana buktinya?’’ sergahnya. 

Awalnya, pihak swasta cukup respect pada aturan baru yang diterapkan Dindik Jatim tersebut. PPDB online dapat membangkitkan kepercayaan masyarakat. 

Ini lantaran sistem penerimaan siswa baru tersebut dianggap lebih transparan, kredibel dan merata. Namun, adanya PPDB online susulan membuat pihak swasta kecewa. 

‘’Ini jadi tanda tanya besar kami. Ada apa sebenarnya,’’ protesnya. 

Abrori sangat kecewa karena banyak pendaftar di sekolahnya yang kemarin tiba-tiba mencabut berkas dan memilih mendaftar lagi ke sekolah negeri melalui PPDB online susulan. 

Dari total sekitar 154 pendaftar di sekolahnya, hanya sekitar 50 pendaftar yang daftar ulang. Padahal, dia berharap tahun ini bisa menerima sekitar 100 siswa. 

‘’Memang lebih banyak dari tahun kemarin. Tapi ini masih jauh dari ekspektasi kami,’’ ungkap Kepala SMA Bakti Ponorogo ini. 

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo Bambang Supriyadi belum bisa dikonfirmasi. Baik melalui sambungan telepon maupun di kantornya. 

Menurut salah seorang stafnya, sejak Jumat (7/7) lalu hingga kemarin Bambang belum masuk kerja karena sakit. Sedangkan, beberapa kepala seksi (kasi) tidak berani memberi konfirmasi terkait keluhan sekolah swasta tersebut. 

‘’Untuk konfirmasi langsung ke kepala UPT,’’ kata salah seorang staf.

(mn/tif/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia