Kamis, 23 May 2019
radarmadiun
icon featured
Pacitan
Kambing Warga Mati Mendadak Tanpa Sebab

Bahaya, Warga Pacian Konsumsi Daging Kambing Ini

13 Juli 2017, 11: 30: 02 WIB | editor : Budhi Prasetya

Puluhan kambing ternak warga Desa Cokrokembang Kecamatan Ngadirojo diketahui mati mendadak

Puluhan kambing ternak warga Desa Cokrokembang Kecamatan Ngadirojo diketahui mati mendadak (Miazan Ahsani/Radar Pacitan)

PACITAN – Warga Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan dibuat heran dengan peristiwa kematian mendadak puluhan kambing ternak di desa tersebut. Terlebih hingga kini belum diketahui pasti penyebab kematian kambing - kambing milik warga itu. 

‘’Kami tidak tahu penyebabnya. Yang jelas, semua mati mendadak,’’ ujar Sekdes Cokrokembang, Hemi Triasmoro, Selasa (11/7).

Hemi menuturkan, kambing yang mati mendadak itu kali pertama ditemukan warga saat pertengahan bulan Ramadan, atau pertengahan Juni lalu. Awalnya, hanya satu yang ditemukan mati mendadak. Sejak saat itu, jumlah terus bertambah. 

Kondisinya pun sama. Yakni, mati mendadak tanpa sebab yang jelas. Hingga kemarin, sudah ada 39 ekor kambing yang mati milik 24 peternak di empat dusun. Yakni, Dusun Cerbon, Prancak, Mbarak, dan Kwangen. 

‘’Karena saking banyaknya, warga khawatir disebabkan penyakit atau virus,’’ terangnya.

Sayangnya, karena minim pengetahuan, hewan ternak yang mati mencurigakan itu malah dikonsumsi warga. Menurut Hemi, saat disembelih itu, ada yang organ-organ kambing sudah mengeluarkan aroma busuk. 

Khawatir dampaknya meluas, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pacitan.  

‘’Warga kesulitan mengetahui ciri-ciri fisik suatu penyakit atau virus saat puluhan kambing itu tewas. Kami harap dapat segera diketahui oleh Disperta,’’ ujarnya.

Sementara, Kepala Disperta Pamuji menuturkan, pihaknya mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian mendadak puluhan kambing ternak milik warga Desa Cokrokembang. Sebab, penelitian di lapangan masih harus di uji lab terlebih dahulu. 

Namun, jika dilihat dari rentang waktu kematian puluhan kambing tersebut, selalu ada kemungkinan disebabkan jenis penyakit atau virus tertentu. Salah satunya antraks. 

Namun, Pamuji menyebut jika wilayah Desa Cokrokembang atau Kecamatan Ngadirojo tidak tergolong wilayah suspect antraks. 

Tetapi jika kematian itu terjadi dalam waktu yang nyaris bersamaan, Pamuji menduga disebabkan karena keracunan makanan. 

‘’Masih harus dibuktikan di lab. Kalau waktunya bersamaan, bisa jadi karena keracunan,’’ terangnya.

Kendati belum diketahui pasti apa penyebabnya, Pamuji mengimbau para peternak untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan ternaknya. 

Baik dari makanan yang dikonsumsi, sampai kondisi lingkungan di sekitar kandang. Jika memang ada temuan paparan penyakit atau virus tertentu, peternak diminta untuk aktif melaporkan hal tersebut kepada Disperta. 

‘’Cuaca yang mudah berubah drastis ini juga bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan hewan ternak. Kami minta peternak lebih memperhatikan kesehatan hewan ternaknya. Bahkan, jangan segan melapor jika ada temuan mencurigakan,’’ kata Pamuji. 

(mn/naz/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia