Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Haji Mbing Gantikan Iswanto Pimpin Demokrat

Jumat, 14 Jul 2017 15:00 | editor : Budhi Prasetya

Ahmad Dawami (kemeja biru) resmi pimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Madiun

Ahmad Dawami (kemeja biru) resmi pimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Madiun (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Madiun, sejumlah partai politik (parpol) mulai menyiapkan diri. Pergantian kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Madiun salah satunya. 

Iswanto yang saat ini menjadi wakil bupai (wabup) Madiun memasrahkan tongkat estafet kepemimpinan partai kepada Ahmad Dawami. Pria yang akrab disapa Haji Mbing itu resmi menerima mandat dalam musyawarah cabang di Surabaya, Rabu (12/7) kemarin. 

Pergantian itu disebut-sebut tidak ada kaitannya dengan agenda pilkada serentak tahun depan. Namun lebih karena berakhirnya masa kepemimpinan Iswanto pada bulan ini. 

‘’Memang sudah saatnya regenerasi. Saatnya yang muda mendapat tempat,’’ kata wabup Madiun itu. 

Iswanto sadar, di usianya yang 69 tahun ini kondisi fisiknya kian melemah. Usia yang sudah tak muda lagi itu tentunya bisa menjadi penghambat dalam menjawab tantangan ke depan. 

Setelah penetapan definitif ini, ketua yang baru diminta segera membentuk struktur organisasi kepengurusan internal partai. Kebetulan ketua tim formatur ini juga dijabat langsung oleh ketua DPC Partai Demokrat yang baru tersebut. 

‘’Setelah muscab dilaksanakan, tentunya akan ada konsolidasi ke dalam partai dulu,’’ terangnya. 

Selain menentukan kepengurusan, partai berwana biru itu juga harus menyusun program kegiatan. Waktu yang mereka miliki terbatas. Hanya berselang 14 hari kerja sejak muscab dihelat. 

‘’Segera bentuk struktur organisasi dan program partai,’’ tegasnya.

Di waktu yang terbatas itu, Iswanto menilai partainya belum ada waktu untuk sekadar melirik gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 nanti. Juga belum ada pertimbangan bakal bergandengan dengan partai politik (parpol) untuk koalisi. 

Enam kursi yang diduduki di Gedung Klitik – sebutan Kantor DPRD Kabupaten Madiun- membuat partai ini tak dapat mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri. 

‘’Satu–satu diselesaikan dulu. Jika bareng-bareng malah membebani,’’ paparnya.

Lantas bagaimana dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Iswanto memandang koalisi dua periode sungguh luar biasa. Bupati Muhtarom dinilai sebagai sosok pemimpin yang akomodatif. Juga mudah menerima sesuatu yang baru sesuai aturan. 

‘’Koalisi selama ini sangat nyaman. Hubungan yang komunikatif, kekeluargaan, dan selalu mengedepankan kebersamaan,’’ urainya. 

(mn/bel/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia