Minggu, 21 Apr 2019
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Penertiban Pertamini Tetap Akan Dilakukan

19 Juli 2017, 14: 00: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Salah satu pertamini yang ada di Kabupaten Ponorogo 

Salah satu pertamini yang ada di Kabupaten Ponorogo  (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

PONOROGO - Meski terkendala kewenangan, Pemerintah Kabupaten (pemkab) POnorogo tetap berencana menertibkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) melalui pompa mini atau lebih dikenal pertamini di wilayah kerjanya. 

Ini setelah pihak Pertamina menyatakan bahwa penjualan bbm seperti itu dinilai ilegal. Selain tidak ada izin usaha, penjualan bbm model tersebut diduga melanggar sejumlah aturan baku yang disyaratkan Pertamina. 

Kendati begitu, pihak pemkab tidak bisa langsung melakukan penertiban, begitu juga Pertamina. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo Addin Andanawarih menyebut kewenanang berada di Kementerian ESDM. 

Lantaran itulah, dirinya berencana mengundang perwakilan dari kementerian untuk berkoordinasi dengan pemilik dalam waktu dekat ini. Keputusan final setelah pertemuan tersebut. Namun, besar kemungkinan bakal ditertibkan. 

‘’Kami belum tahu nanti hasilnya bagaimana. Prinsipnya pemerintah mengupayakan solusi terbaik,’’ akunya.

Pun dirinya tidak menampik terkait munculnya solusi agar pemilik pertamini mendirikan SPBU maupun SPBU lanjutan. Caranya dengan mendirikan koperasi atau badan usaha yang dikelola bersama. Artinya, para pemilik ini bekerja sama mendirikan SPBU resmi. 

Addin juga tidak membantah jika pemilik pertamini bakal rugi besar jika akhirnya ditertibkan. Sebab, harga mesin pom mini itu berkisar belasan hingga puluhan juta. Bahkan, ada yang mencapai Rp 50 juta. 

Harga mesin bakal terjun bebas jika muncul larangan secara resmi. Padahal,  terdapat 87 titik pertamini di Ponorogo saat ini dan diprediksi terus bertambah. 

Wacana penertiban mengemuka setelah terjadi musibah kebakaran disalah satu pertamini di Pulung beberapa waktu lalu. 

‘’Secara aturan memang melanggar UU 22/2011. Tetapi kami berharap ada solusi terbaik sebelum keberadaan pertamini semakin bertambah banyak di Ponorogo,’’ pungkasnya

(mn/agi/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia