Kamis, 23 May 2019
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Ini Alasan Kenapa Pertamini Disebut Ilegal

19 Juli 2017, 14: 30: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Kebakaran yang diduga akibat percikan api di pompa mesin Pertamini di Kecamatan Pulung, Ponorogo beberapa waktu lalu

Kebakaran yang diduga akibat percikan api di pompa mesin Pertamini di Kecamatan Pulung, Ponorogo beberapa waktu lalu (Asta Yanuar/Radar Ponorogo)

PONOROGO - Polemik terkait praktik penjualan bahan bakar minyak (bbm) melalui mesin pompa mini atau pertamini di Kabupaten Ponorogo terus menggelinding. Ini terkait dengan keabsahan usaha tersebut.

Pertemuan yang digagas Pemerintah Kabupaten (pemkab) Ponorogo, Pertamina dan Hiswana Migas wilayah Madiun hari Selasa (18/7) lalu sedikit menguak fakta itu. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo Addin Andanawarih menuturkan jika dalam pertemuan tersebut pihak Pertamina menegaskan jika keberadaan pertamini ilegal. 

Sebab, mereka tidak mengeluarkan ijin apapun terkait praktik penjualan BBM tersebut. Selain itu, pihak Pertamina juga mengungkapkan bahwa jual-beli BBM memiliki standar tersendiri. 

Mulai mesin penyalurnya, tempat tampungan, hingga cara menuangkannya. Pun, mesin harus memiliki sistem pengaman otomatis. Langsung berhenti jika terjadi kebocoran. Tempat penampungan wajib ditanam dalam tanah dengan kriteria tertentu. 

‘’Dalam radius tertentu juga harus aman dari sumber api. Semua ini tidak diterapkan dalam pertamini,’’ terang Addin sembari menyebut Pertamina juga tidak mengeluarkan mesin SPBU mini. 

Kendati demikian, pihak pemkab tidak bisa serta merta melakukan penertiban, begitu juga Pertamina. Ini lantaran kewenangan itu ada di Kementerian ESDM. 

(mn/agi/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia