Kamis, 23 May 2019
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Lawan Korupsi Melalui Gembok Kejujuran

20 Juli 2017, 15: 11: 37 WIB | editor : Budhi Prasetya

Masyarakat Kota Madiun memasang gembok sebagai simbol gerakan anti korupsi di monumen gembok kejujuran, komplek lapangan Gulun, Kamis (20/7)

Masyarakat Kota Madiun memasang gembok sebagai simbol gerakan anti korupsi di monumen gembok kejujuran, komplek lapangan Gulun, Kamis (20/7) (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN - Budaya antikorupsi terus mendapat tempat di Kota Madiun. Monumen gembok kejujuran di Komplek Lapangan Gulun sengaja diciptakan sebagai bentuk gerakan anti rasuah masyarakat kota setempat. 

Kamis (20/7) kemarin, masyarakat Kota Madiun berduyun - duyun mendatangi monumen tersebut. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan yang digagas oleh jaringan budayawan Indonesia dan pemkot setempat. 

Pun dukungan itu ditandai dengan pemasangan gembok pada monumen. Ya, gembok itu menjadi simbol kejujuran yang menjadi faktor penting dalam pemberantasan korupsi. 

Perwakilan Jaringan Budayawan Indonesia, Hari Cahyono mengatakan, kegiatan gembok kejujuran itu merupakan salah satu upaya menanamkan pendidikan karakter kepada masyarakat. 

Diharapkan, launching gembok kejujuran tidak hanya diadakan di Madiun. Tetapi dapat dicontoh atau ditularkan ke daerah lain. 

“Ini orisinil ya, sebenarnya di Paris dan di Bandung juga ada, tapi namanya gembok cinta. Kalau gembok kejujuran ya di Madiun ini. Insya Allah yang pertama di Indonesia," ujarnya.

Pendirian monumen gembok kejujuran itu mendapat apresiasi Wakil Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto. Dirinya berharap, masyarakat lebih berani menginformasikan indikasi tindak korupsi. 

Masyarakat Kota Madiun diminta tidak segan melaporkan adanya dugaan praktek korupsi yang dilakukan pejabat kepada aparat penegak hukum. 

"Jadi kita nggak ada alasan untuk menolak karena kegiatan positif ini harus dilakukan," katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono memandang gembok kejujuran merupakan upaya anak bangsa dalam mengimplementasikan pesan moral mereka melalui gerakan kejujuran. 

Politisi Partai Demokrat ini menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk mengdukung upaya postif tersebut. 

"Kejujuran juga harus dilakukan oleh anggota dewan. Jadi kita yang tua termasuk generasi calon penerus bangsa harus selalu ingat akan nilai yang terkandung dalam kejujuran," paparnya.

Sementara itu, Direktur pembinaan jaringan dan kerjasama antar komisi dan instansi Komisi Pemberantasan Korupsi, Dedi Arrahim menjelaskan, upaya pencegahan praktek korupsi bukan hal yang mudah. 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah kongkrit dalam upaya pencegahan praktek korupsi. Maklum selama ini KPK dikenal intens melakukan penindakan kasus rasuah. 

"Ini untuk mengaktualisasikan bagaimana membuat langkah pencegahan yang penekananya terhadap nilai-nilai yang mestinya harus mulai ditanamkan sejak dini dan dikenal seluruh masyarakat. Ini patut kita dukung bersama," tandasnya.

(mn/her/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia