Kamis, 23 May 2019
radarmadiun
icon-featured
Peristiwa

Mesin Evaporator PG Pagotan Dibeli Sejak Tahun 1992

22 Juli 2017, 17: 00: 03 WIB | editor : Budhi Prasetya

Petugas kepolisian dan sekuriti PG Pagotan mengamankan TKP usai kejadian meledaknya mesin evaporator pabrik.

Petugas kepolisian dan sekuriti PG Pagotan mengamankan TKP usai kejadian meledaknya mesin evaporator pabrik. (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun )

MEJAYAN - Meledaknya salah satu mesin evaporator pabrik gula (PG) Pagotan Kabupaten Madiun mengejutkan semua pihak. Tidak heran jika muncul beragam spekulasi terkait penyebab meledaknya mesin tersebut. 

HIngga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan. Selain menggelar olah tempat kejadian perkara, Polsek Geger juga mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. 

Sementara itu, Tubagus Syaifullah, salah seorang pekerja pabrik mengungkapkan seingatnya pengadaan mesin-mesin di pabrik sudah sejak 1992 silam. 

Namun demikian, setiap tahun selalu dilakukan maintenance (perawatan berkala, Red). Berupa pengecekan mesin-mesin yang mengalami kerusakan. 

Mesin yang rusak itu pun bakal segera diperbaiki. Mesin yang kini ambrol itu malah sudah pernah diperbaiki. 

‘’Biasanya tidak sampai rusak parah seperti ini,’’ jelasnya.

Budi Setyono , pekerja lainnya menuturkan meledaknya mesin evaporator bukan lantaran kelebihan kapasitas. 

Ini lantaran ketiga pekerja yang jadi korban adalah juru masak gula itu, jadi paham betul dengan kapasitas mesinnya. Sehingga, lanjut Budi, tidak mungkin mesin tersebut tak kuat menahan beban uap dari hasil pengolahan air nira tersebut. 

‘’Sekali memasak, lima mesin digunakan sekaligus. Satu mesin untuk cadangan,’’ jelasnya.

Sementara hingga saat ini belum ada keterangan yang berhasil didapat dari pihak direksi PG Pagotan. Semalam mereka terlihat memasuki ruang instalasi yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari TKP.

Namun ketika Jawa Pos Radar Madiun mencoba memintai keterangan, seorang petugas mengatakan jajaran direksi tengah mengadakan rapat meski waktu sudah mendekati dini hari.

(mn/bel/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia