Jumat, 24 May 2019
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Stroke Bukan Hambatan Ikuti Lomba Agustusan 

28 Agustus 2017, 15: 24: 51 WIB | editor : Budhi Prasetya

Sejumlah penyandang stroke saat mengikuti loma peringatan HUT kemerdekaan.

Sejumlah penyandang stroke saat mengikuti loma peringatan HUT kemerdekaan. (Bagas Bimantara/Radar Madiun )

MADIUN – Semangat merayakan hari kemerdekaan anggota Paguyuban Madiun Sehat (PMS) ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, mereka tetap memeriahkan peringatan tahunan itu meski tercatat sebagai penderita stroke. 

Ini membuktikan bahwa penderita gangguan fungsi otak akibat hambatan pembuluh darah itu juga bisa beraktivitas normal. Seperti yang ditunjukkan puluhan anggota PMS Kota Madiun di Lapangan Gulun, Sabtu pagi (26/8)

Mereka mengikuti beragam loba Agustusan, seperti adu cepat jalan jongkok, joget berpasangan mengapit balon, lomba joget, dan lomba nyanyi.

Chandra Prabantoro, ketua panitia lomba, mengklaim seluruh gerakan lomba berdampak positif bagi kesehatan penderita stroke. 

Dia mengaku sudah berkonsultasi dengan instruktur senam terapi. Puluhan peserta lomba selama ini berhimpun di Paguyuban Madiun Sehat (PMS). 

‘’Kami ambil bagian dalam memeriahkan perinagatan hari kemerdekaan, siapa takut?’’ tantang Chandra yang sembuh total dari stroke yang pernah menyerangnya. 

Keseruan sudah terasa sebelum lomba dimulai. Chandra bersama 30 penyandang stroke lainnya bersenam terapi lebih dulu. Gelak tawa terdengar di sela-sela hitungan instruktur. 

‘’Acara ini menunjukkan ke khalayak bahwa penderita stroke memiliki semangat tinggi untuk sehat,’’ tegasnya. 

Kesulitan menggerakkan anggota badan, tidak mengurangi keseruan lomba. Semua peserta bergembira kendati saatr adu cepat jalan jongkok, sejumlah peserta harus jatuh bangun. Gelak tawa pun pecah. 

‘’Tertawa adalah salah satu obat yang manjur,’’ imbuh Chandra.

Keriangan belum berhenti. Pingkal tawa semakin riuh terdengar saat lomba joget berpasangan mengapit balon. Suara balon meletus membuat semua mata tertuju pada pasangan peserta yang tak lagi mengapit balon. 

‘’Mayoritas dalam masa pemulihan kesehatan, kami ingin mengulang acara seperti ini karena bagian dari terapi,’’ terang Chandra. 

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia