Selasa, 13 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Magetan

Kapolres Bantah Tebang Pilih Terkait Penindakan Pelanggaran Dump Truck

Selasa, 12 Sep 2017 17:30 | editor : Budhi Prasetya

Ratusan massa long march menuju gedung DPRD sambil mengusung sejumlah spanduk.

Ratusan massa long march menuju gedung DPRD sambil mengusung sejumlah spanduk. (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN - Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan sopir dump truck ke kantor DPRD Kabupaten  Magetan Senin (11/9) kemarin disayangkan aparat kepolisian. Kapolres Magetan AKBP Muslimin pun  terang - terangan menyesalkan aksi tersebut saat audensi. 

‘’SELAMA tujuh bulan di sini saya agak malu karena ini dilihat Bapak Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin’’, ujarnya di depan 11 perwakilan sopir dump truck di ruang serba guna kantor DPRD. 

Kapolres pun meminta aksi unjuk rasa itu menjadi yang pertama dan terakhir. JIka ada permasalahan, hendaknya diselesaikan secara musyawarah. 

‘’Saya harap tidak ada lagi aksi penyampaian aspirasi dengan orasi secara berlebihan seperti ini,’’ pintanya. 

Muslimin menyatakan, pihaknya tidak akan masuk terlalu dalam terkait polemik aktivitas dump truck. Sebab, dia menilai itu merupakan hal teknis yang ditangani pemkab dengan mencari win-win solution. 

Dalam kasus ini, pihaknya sebatas menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yakni melindungi, melayani, mengayomi masyarakat, serta penindakan hukum. 

Kapolres menilai jika aksi demo yang dilakukan sopir dump truck sudah menggangu pemeliharaan kemananan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). 

Pasalnya, ada ratusan massa yang memadati kantor dewan. Kondisi itu memaksa pihaknya menutup akses Jalan Pahlawan. 

‘’Saya di sini tidak hanya sebagai bapak polisi, tapi seluruh masyarakat Magetan,’’ tegasnya. 

Muslimin tidak menyalahkan adanya penyampaian aspirasi. Sebab, hal itu merupakan hak yang diatur dalam undang-undang. Namun, dia meminta para sopir dump truck tidak boleh mementingkan ego sendiri. 

Menurutnya, aksi penyampaian aspirasi lewat unjuk rasa dengan jumlah massa banyak mengganggu hak warga lain maupun proses investasi dan kerja pemkab. 

Di sisi lain, dia menegaskan pihaknya tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. 

Karena itu, dia menilai merupakan sebuah pembelaan jika ada sopir dump truck yang mengklaim penilangan hanya untuk kendaraan galian C. Sedangkan di luar sana banyak truk muatan tebu dan beras yang tidak sesuai tonase tapi tidak ditilang. 

‘’Yang riilnya saja lah, taatilah dulu peraturan lalu lintas,’’ tegasnya. 

Hal senada disampaikan Dandim 0804 Magetan Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko. Menurut dia, penyelesaian polemik dump truck tidak perlu dilakukan demo dengan membawa banyak massa. 

Melainkan cukup perwakilan yang datang untuk bertemu dan berrdialog dengan pihak pemkab atau dewan. 

‘’Kami apresiasi dalam aksi kali ini karena bisa berlangsung kondusif, tapi di lain kesempatan cukup perwakilan saja,’’ ucapnya. 

Pantauan Jawa Pos Radar Magetan, selama sekitar dua jam, Jalan Pahlawan steril dari kendaraan warga. Gelombang peserta aksi berbondong-bondong menuju lokasi menggunakan sedikitnya 100 dump truck, sekitar pukul 09.00 Wib. 

Sebagian sengaja mengendarai kendaraan sendiri. Beberapa kendaraan ada yang dilengkapi sound system untuk orasi. 

Ratusan dump truck itu diparkir di lapangan Stadion Yosonegoro yang lokasinya tepat di sebelah timur gedung DPRD. Setelah berkumpul semua, ratusan massa itu long march menuju kantor dewan. 

Selama perjalanan sekitar 300 meter itu, beberapa pengunjuk rasa naik di atas truk. Massa melaju sambil meneriakan “Hidup Sopir Dump Truck” dan “Sopir Dump Truck adalah Pahlawan Pembangunan”. 

Sepanjang perjalanan, mereka juga membentangkan sejumlah spanduk. Di antaranya, bertuliskan “Sopir Dump Truck Cintai Damai”; “Jare Aku Marai Macet, Ngrusak Dalan, Opo Omahmu Arep Mbok Gawe Soko Tepung”. 

Polisi dan petugas dari dinas perhubungan pun langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas di pertigaan pos lantas TMC. 

Akses jalan di pertigaan itu dan pertigaan paviliun RSUD dr Sayidiman ditutup ketika massa sudah memadati depan gedung dewan. Gerbang kantor ditutup dan dijaga oleh puluhan korps baju cokelat dan satpol PP. 

(mn/cor/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia