Senin, 27 May 2019
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Siap Bersaing, Golkar Sodorkan Tiga Nama Calon Bupati

15 September 2017, 15: 06: 52 WIB | editor : Budhi Prasetya

Mashudi, Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum Partai Golkar

Mashudi, Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum Partai Golkar (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Madiun tak ingin ketinggalan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati. Buktinya, tiga nama telah diusulkan sebagai calon peserta pesta demokrasi lima tahunan itu. 

Hari Wuryanto (direktur BPR Artha Kencana), Suhardi (staf ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Madiun), dan Taufan Hartono, adalah nama tiga jagoan yang telah diserahkan sampai tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). 

‘’Itu sudah sesuai hasil rapat pleno di tingkat DPD,’’ kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum Partai Golkar Mashudi.

Menyongsong pilkada 2018, partai berlambang pohon beringin itu memang tidak membuka pendaftaran secara umum. Namun langsung melakukan penjaringan atas bakal calon bupati (bacabup) yang dipandang potensial. 

‘’Kini tinggal menanti hasil survei dari atas,’’ tuturnya.

Terhitung sejak 5 September, DPW dan DPP memang telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan survei popularitas dan elektabilitas tiga nama yang diunggulkan. 

Jajaran kepengurusan partai tingkat provinsi dan pusat menunjuk langsung salah satu lembaga survei independen. 

‘’Survei terus bergulir sampai 20 September besok,’’ ungkapnya.

Ditegaskan Mashudi, hasil survei bakal menjadi penentu rekomendasi yang diperkirakan turun Oktober mendatang. Sayangnya, Golkar harus menggandeng parpol lain untuk memberangkatkan pasangan calon (paslon).

Hal ini lantaran partai yang didominasi warna kuning itu hanya memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten Madiun. Sehingga minimal butuh tambahan dukungan dari parpol yang memiliki minimal empat kursi di gedung legistatif setempat. 

‘’Kami pun terus menjalin komunikasi dengan partai lain,’’ paparnya.

Intensitas komunikasi antarpartai bakal semakin ditingkatkan selepas rekomendasi DPP turun. Agar Golkar segera memilih calon pendamping untuk merebutkan takhta kepemimpinan orang nomor satu di kabupaten pada periode depan. 

‘’Sudah ada beberapa parpol yang kami lirik, tapi belum final. Sebab, masing-masing parpol punya mekanisme sendiri. Kami pun menghargai dan tak akan intervensi. Koalisi jadi agenda berikutnya,’’ urainya.

(mn/bel/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia