Minggu, 19 May 2019
radarmadiun
icon featured
Magetan

Nekat Kerja, Paidi Pulang Tinggal Nama 

20 September 2017, 14: 12: 28 WIB | editor : Budhi Prasetya

Polisi dan warga mengevakuasi jasad Paidi di area persawahan Desa Ringinagung.

Polisi dan warga mengevakuasi jasad Paidi di area persawahan Desa Ringinagung. (Ist/Radar Magetan)

MAGETAN – Perjuangan Paidi untuk mengais rejeki demi keluarganya patut diacungi jempol. Warga Desa Plumpung, Plaosan tersebut rela bertaruh nyawa mengejar rupiah. Bagaimana tidak, paidi nekat bekerja kendati kondisi fisiknya kurang sehat. 

Nahas, semangat pria 45 tahun itu berakhir tragis. Paidi ditemukan tidak bernyawa di area persawahan miliknya di Desa Ringinagung, Kecamatan Kota, Magetan. 

Kasubbaghumas Polres Magetan AKP Suyatni menjelaskan, jasad Paidi kali pertama ditemukan Denis Kurniawan, 8, cucunya, yang sengaja mencari korban di sawah, Sabtu sore (16/9). Pasalnya, sejak pagi sang kakek tak kunjung kembali ke rumah.

Setibanya di lokasi, Denis bertanya kepada Tri Andini, warga desa setempat yang sedang mencari pakan ternak. Namun, perempuan itu menggeleng tanda tidak tahu. Denis kemudian masuk area persawahan. 

Saat melintas itu dilihatnya Paidi tergeletak di sela-sela tanaman jagung. Posisinya bersandar di tepi pematang sawah dengan kondisi mata terpejam dan tak bergerak. Saat coba dibangunkan, tidak ada respons sama sekali. 

Denis pun memberitahukan keadaan kakeknya ke Tri dan Tumini, warga lainnya yang juga sedang mencari rumput. 

''Tubuh korban digoyang-goyang tapi tidak ada reaksi. Saat diperiksa ternyata sudah tidak bernapas,'' imbuh Suyatni.

Informasi tewasnya Paidi akhirnya sampai ke pihak kepolisian. Petugas pun langsung mendatangi lokasi, lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. 

Dokter puskesmas setempat juga didatangkan untuk melakukan visum luar. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. 

Berdasar keterangan pihak keluarga, lanjut Suyatni, Paidi memiliki  riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Bahkan, saat beraktivitas di sawah menjelang ajal menjemput masih dalam masa pengobatan. 

''Tapi tetap bekerja di sawah,'' ucapnya.

Heni Widiastuti, dokter umum yang juga menjabat kepala Puskesmas Kartoharjo, mengatakan bahwa orang yang menderita penyakit jantung dan paru-paru dilarang bekerja di sawah.  

Sebab, penyakit tersebut rentan dengan aktivitas berat. Terlebih jika sedang dalam masa pengobatan. 

(mn/cor/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia