Rabu, 19 Jun 2019
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Belum Berizin Komplit, Menara Telekomunikasi Dilarang Beroperasi

29 September 2017, 22: 11: 13 WIB | editor : Budhi Prasetya

tower ilegal

Setiyono memimpin langsung penyegelan menara telekomunikasi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Madiun (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

SARADAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersikap tegas terkait usaha yang tidak berizin komplit. Satu per satu usaha yang didinyalir ilegal disegel.

Salah satunya menara telekomunikasi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan. Tower yang sempat diputus aliran listriknya itu akhirnya disegel korps penegak perda Kamis (28/9) lalu.  

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun Setiyono memastikan tower setinggi 42 meter yang tengah dibangun itu belum seizin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun. 

‘’Harusnya selesaikan izin dulu baru dibangun,’’ tuturnya.

Setiyono menegaskan, penyegelan menara base transceiver system (BTS) itu tidak berbatas waktu. Segel bakal dicabut jika pengusaha sudah mengantongi izin resmi dari Pemkab Madiun. 

‘’Sampai saat ini masih dapat beroperasi menggunakan bantuan baterai. Tapi kami pastikan tidak bertahan lama dan segera mati,’’ ujarnya.

Setiyono memastikan pendirian tower tersebut menyalahi Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pembangunan, Pengawasan, dan Pengendalian Telekomunikasi. 

Pasal 13 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap pembangunan dan pengoperasian menara bersama telekomunikasi wajib memiliki izin. 

Sedangkan ayat (2) menegaskan bahwa selain izin, setiap pemohon pembuatan menara harus mencantumkan nama operator seluler yang akan dilayani. Berikut nama dan alamat pemohon serta mendapat pertimbangan/rekomendasi dari bupati. 

‘’Ada prosedur yang harus dilalui. Tak bisa seenaknya mendirikan tower,’’ tukasnya.

Tak hanya memasangi papan segel, Setiyono akan memantau tower yang sudah disegel tersebut. Dia bakal mengerahkan personelnya untuk gencar berpatroli. Sekadar memastikan titik-titik usaha yang telah disegel tidak dibuka sebelum kelar proses perizinannya. 

‘’Jika berani melepas papan segel sendiri, kami tak segan merobohkan,’’ tegasnya. 

(mn/bel/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia