Rabu, 19 Jun 2019
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Lamuri Sesenggukan Dengar Vonis Hakim

01 Oktober 2017, 14: 20: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

pencopet menangis

Ilustrasi  (Febrian Satria/Radar Madiun)

MADIUN - Tangis Lamuri pecah. Pria 54 tahun itu sesenggukan meratapi nasibnya. Duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun untuk mendengar vonis majelis hakim yang diketuai Srutopo Mulyono. 

Warga Desa Gabukan, Tanon, Sragen, itu divonis empat bulan penjara lantaran terbukti melanggar pasal 362 KHUP tentang Pencurian. Lamuri adalah terdakwa kasus pencurian di Apotek Wijaya Kusuma RSUP dr Soedono Kota Madiun. 

‘’Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan pencurian,’’ terang Srutopo saat sidang. 

Dengan berurai air mata, Lamuri langsung menerima vonis tersebut. Dia langsung bangkit dari duduknya dan menyalami satu per satu mejelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU). Selanjutnya langsung keluar menuju tahanan PN. 

Kepada Jawa Pos Radar Madiun, Lamuri mengaku  khilaf sekaligus bingung menghadapi penyakit tumor di punggung belakangnya. 

Oleh dokter di Sragen, dia diminta untuk segera mengangkat penyakitnya itu. Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 15 juta. Tidak memiliki kartu Indonesia sehat (KIS) maupun BPJS. 

‘’Bisa dilihat benjolan itu (di punggung, Red) adalah tumor,’’ ujarnya.

Derita Lamuri semakin bertambah saat teringat nasib ketiga anaknya di rumah. Penghasilannya sebagai buruh tani begitu diandalkan untuk menghidupi keluarga kecilnya. 

Belum cukup, istrinya juga menderita stroke. Praktis dalam setiap persidangan tak seorang pun dari keluarganya yang datang. 

‘’Biarkan saya saja yang mengalaminya. Semoga anak cucu saya tidak mengalami penderitaan seperti ini,’’ ucapnya sembari mengusap air mata.

Roseli, jaksa penuntut umum, menerangkan bahwa kasus pencurian itu terjadi pada 12 Juni 2017 sekitar pukul 06.30 Wib. Saat itu Lamuri sedang berada di halaman parkir dekat RSUP dr Soedono. 

Di sana dia melihat seorang perempuan mengenakan jaket biru. Di saku jaketnya tampak sebuah dompet tebal. Timbullah niat jahat Lamuri. 

Dia langsung membuntuti korban yang rupanya seorang mahasiswi itu sampai berhenti di ruang tunggu Apotek Wijaya Kusuma RSUP dr Soedono. 

“Berdalih tanya WC ke korban. Saat korban berdiri menunjuk ke arah WC, pelaku langsung mengambil dompet korban. 

Saat korban duduk itulah dia merasa lebih ringan. Baru tersadar dompetnya dicuri. Di dalam dompet ada uang Rp 2.660.000 yang menjadi salah satu barang bukti,” paparnya. 

Beruntung Lamuri berhasil diringkus sekuriti RSUP dr Soedono yang sedang berjaga. Dia hanya terdiam, tak sanggup untuk melawan. Lamuri pun langsung dibawa ke Polsek Kartoharjo. 

“Jangan diulangi lagi ya,“ pesan JPU kepada terdakwa. 

(mn/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia