Rabu, 19 Jun 2019
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Embung Pilangbango Mustahil Rampung Tahun Depan 

01 Oktober 2017, 15: 30: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

Embung Pilangbango dan gedung baru DPRD di Jalan Taman Praja yang menjadi monumen abadi.  

Embung Pilangbango dan gedung baru DPRD di Jalan Taman Praja yang menjadi monumen abadi.   (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Persoalan megaproyek Embung Pilangbango bakal menjadi  pekerjaan rumah (PR) abadi duet Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) Jilid II. Sebab, proyek yang dibiayai bantuan keuangan (BK) provinsi mustahil rampung tahun depan. 

Penyebabnya, pemkot baru memproses redesign alias desain ulang untuk melanjutkan proyek yang terpaksa mandek karena kasus korupsi itu. 

‘’Tidak mungkin redesign dan pekerjaan fisik dilakukan di tahun yang sama,’’ tutur Maidi, ketua tim anggaran pemkot. 

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun Jumat (28/9) lalu, petugas BPBD tengah mempersiapkan pengeringan untuk kolam besar itu. Mereka mengaku tengah menyiapkan sonder untuk menguji kondisi tanah di lokasi tersebut. 

Hanya saja, para petugas enggan dimintai klarifikasi lebih jauh mengingat mereka hanya pekerja. ‘’Supaya tidak terjadi masalah lagi, kami perlu redesign,’’ terangnya.

Maidi memastikan Embung Pilangbango menjadi proyek prioritas pemkot. Hanya saja, pihaknya tidak mungkin menggarap pekerjaan tersebut tahun depan. 

Kolam besar tersebut difungsikan mengurangi dampak banjir di empat kelurahan wilayah timur pada 2019 mendatang. Artinya, wali kota anyarlah yang bakal melanjutkan PR yang ditinggalkan Wali Kota Sugeng Rismiyanto. 

‘’Karena pemkot ingin embung itu benar-benar difungsikan optimal. Tidak sebatas mengurangi dampak banjir, tapi juga menghidupkan wisata di wilayah timur,’’ urainya.

Tidak cukup hanya melanjutkan progres pekerjaan fisik embung, pemkot juga ingin melakukan kajian matang. Maidi menyebut keseluruhan bagian bangunan bakal dipelototi oleh tim konsultan yang akan melakukan redesign. 

‘’Satu per satu dikaji mana yang perlu dibenahi. Dari sana baru ketemu kebutuhan anggarannya,’’ jelas pria yang juga kepala BPBD ex-officio itu. 

(mn/naz/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia