Senin, 27 May 2019
radarmadiun
icon featured
Magetan

Joget Lele, Tradisi Bersih Desa yang Mencuri Perhatian Wisatawan 

03 Oktober 2017, 00: 55: 38 WIB | editor : Budhi Prasetya

joget lele magetan

Tradisi joget lele di petirtaan Dewi Sri menjadi salahs atu upaya pelestarian budaya oleh warga Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan.  (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN – Ratusan warga tumplek blek di petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Nguntoronadi Jumat sore (29/9) lalu. Mereka memadati areal kompleks Candi Simbatan untuk menyaksikan bersih desa.

Prosesi tradisi membersihkan sendang dan joget lele (menari lele, Red) menjadi daya tarik utama pengunjung. Tidak heran jika banyak wisatawan luar daerah yang sengaja jauh-jauh datang ke lokasi yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan Sendang Beji itu. 

‘’Tertarik datang karena ini tradisi yang cuma ada di Desa Simbatan,’’ kata Ratnasari, salah seorang pengunjung. 

Ratna yang datang bersama teman-temannya tak mau ketinggalan mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama. Mereka ber-wefie ria dengan mengambil background petirtaan Dewi Sri. Sejumlah remaja itu juga terlihat merekam aksi joget lele para sesepuh. 

‘’Jogetnya lucu dan unik,’’ ujar warga Maospati ini.

Joget lele diperagakan enam warga yang tak lain adalah pemain gamelan dan sinden. Tangan para penari tersebut memegang lele yang sebelumnya diambil dari sendang. 

Diiringi alunan gamelan, meraka berjoget bersama-sama. Beberapa kali ikan dalam genggaman jatuh karena licin. Warga pun tersenyum saat melihat momen itu. 

Setelah itu, ikan-ikan yang digenggam dimasukkan kembali ke sendang. Sejumlah warga lantas melemparkan beras kuning dan bunga setaman ke sendang. 

‘’Joget lele ini dilakukan sebagai upaya melestarikan budaya nenek moyang,’’ kata Samiran, juru kunci Sendang Beji. 

Menurut dia, acara ritual membersihkan dan menguras air di kolam candi yang terdapat arca Dewi Sri itu dilakukan setiap tanggal 15 bulan Suro atau Muharam. Selain menjaga tradisi, ritual tersebut dipercaya membawa berkah kepada masyarakat setempat. 

‘’Ini bentuk penghormatan kami kepada leluhur,’’ tuturnya. 

(mn/cor/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia