Rabu, 21 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Ngawi

Tugu Baru Kartonyono, Tonjolkan Konsep Gading Gajah dan Manusia Purba

Selasa, 03 Oct 2017 03:00 | editor : Budhi Prasetya

Tugu Kartoyono Ngawi

Tugu perempatan Kartoyono yang selama ini menjadi salah satu ikon Kabupaten Ngawi  (Ist for Radar Ngawi)

NGAWI – Warga Kabupaten Ngawi bakal memiliki ikon baru. Tugu perempatan Kartonyono tahun depan akan berganti bentuk. 

Bupati Ngawi Budi ’Kanang’ Sulistyono sudah memantapkan hatinya memilih satu desain yang dinilainya menarik. Sebelumnya, ada 18 desain yang berada di meja bupati. 

’’Sudah dipilih, konsep gading gajah dan manusia purba, itu yang memilih bupati,’’ ujar Teguh Suprayitna, kasi Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPU-TR) Ngawi. 

Ikon Kota Ngawi

Desain rencana tugu baru Kartonyono yang dipilih Bupati Ngawi Budi ’Kanang’ Sulistyono (Ist for Radar Ngawi)

Dijelaskan, pihaknya sudah mulai menyusun detail engineering design (DED) dari tugu yag menjadi salah satu ikon Ngawi tersebut. Tahun ini, DED memang harus selesai. Sebab, sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017. 

Teguh mengatakan konsep yang dipilih masih harus dimodifikasi dengan melihat kondisi lapangan. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penyusunan DED tersebut. 

Mulai dari proporsional tugu sampai kaitan dengan kelancaran lalu lintas. Dia mengatakan, kemungkinan masih akan ada perubahan bentuk dari konsep yang telah dibuat sebelumnya. Dia menargetkan DED tersebut dapat selesai awal pekan pertama bulan Oktober 2017 mendatang. 

’’Awal bulan depan sudah selesai,’’ tambahnya. 

Setelah DED selesai, kata dia, perhitungan terhadap kebutuhan anggaran total pembangunan tugu Kartonyono baru dilakukan. Selanjutnya, anggaran tersebut akan diusulkan menjadi bagian program pembangunan tahun depan. 

Pihaknya masih belum bisa memastikan berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek perombakan tugu kartonyono tersebut. 

’’Tahun depan sudah mulai dikerjakan, anggarannya baru disusun setelah DED selesai nanti,’’ ucap Teguh. 

Teguh mengungkapkan, gading gajah dan manusia purba menjadi daya tarik utama. Sesuai data yang diperoleh, konsep tugu Kartonyono baru lebih menonjolkan warna emas dan putih. Konsep tersebut membuat tugu terkesan lebih megah dibanding saat ini. 

Khususnya, ikon gading emas yang disangga tujuh gading berwarna putih. Seorang manusia purba terlihat menjaganya di bagian depan.

’’Mungkin karena bentuknya ikonik dan megah dipilih,’’ katanya. 

Di sisi lain, Teguh mengatakan sistem penyusunan DED tersebut sengaja diawali dengan sayembara. Ini bertujuan untuk menggali ide dan gagasan masyarakat. 

’’Aspirasi warga ditampung dalam proses penyusunan konsep tugu Kartonyono ini,’’ tambahnya. 

(mn/ian/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia