Selasa, 13 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Magetan

Protes Jalan Rusak, Warga Hadang Dump Truck 

Rabu, 04 Oct 2017 15:00 | editor : Budhi Prasetya

stop dump truck

Sejumlah warga Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Magetan saat aksi terkait aktivitas dump truck yang melintas desanya (Ist for Radar Magetan)

MAGETAN – Sempat mereda, polemik dump truck muatan galian C di Kabupaten Magetan kembali mencuat. Belasan warga Desa Sobontoro, Karas, Senin (2/10) sengaja menutup akses jalan kendaraan besar yang melewati desanya tersebut. 

Mereka meminta dump truck yang melintas di sepanjang jalur Dusun Pencol hingga Dasem balik kanan. Aksi tersebut sebagai bentuk protes jalan yang rusak lantaran aktivitas lalu-lalang dump truck yang tinggi. 

‘’Saya juga nggak mengira kalau akhirnya sampai ada penghentian (dump truck melintas),’’ kata Kepala Desa Sobontoro Yusuf Mashuri.

Menurut Yusuf, gejala aksi penghentian kendaraan itu sudah muncul pekan lalu. Kala itu, warga meminta kepada pengusaha penambang untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak. 

Ini lantaran warga menilai kerusakan jalan desa mereka disebabkan tingginya aktivitas dump truck. Jika perbaikan belum dilaksanakan, semua kendaraan yang mendistribusikan muatan tanah uruk diminta tidak melintas. 

Yusuf selaku kepala desa mengaku sudah menyampaikan hal tersebut ke pengusaha penambang. Sayangnya sejumlah dump truck masih terlihat liwat di desanya. 

‘’Sebetulnya saya sudah minta agar dump truck jangan beroperasi dulu,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah meredam aksi sejumlah warga tersebut. Mereka diminta menyudahi penyetopan agar tidak sampai menimbulkan dampak lebih buruk lagi. 

Bersamaan dengan itu, disampaikan pula ke warga untuk datang ke kantor desa hari ini untuk dipertemukan dengan pihak pengusaha. 

‘’Akan kami lakukan mediasi, mudah-mudahan ada titik temunya,’’ harapnya.

Yusuf mengungkapkan, penyetopan yang dilakukan warganya itu tidak berkaitan dengan aksi pemblokiran tiga bulan lalu. 

Kala itu, puluhan warga Desa Tanjungsepreh dan Kembangan memblokir akses jalan ratusan dump truck hingga memaksa pemkab dua kali menggelar rapat mediasi dengan melibatkan banyak pejabat penting. 

‘’Ini murni untuk kepentingan desa.’Kalau yang dulu itu kan dampak karena adanya penutupan akses jalan di Glodok (Desa Pelem, Karangrejo),’’ ujarnya. 

Disinggung soal imbauan pemkab agar warga tidak menyetop akses dump truck, dia mengaku sudah menyampaikan hal itu ke warga. Juga menyebut bahwa aktivitas galian C di desanya sudah memiliki izin. Namun, warga ngotot melakukan protes. 

‘’Saya melihat dump truck yang melintas saat ini juga sudah mulai tertib tidak seperti dulu. Tonase muatannya sudah pas dan melaju tidak ngebut,’’ katanya. 

(mn/cor/sib/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia