Minggu, 19 May 2019
radarmadiun
icon featured
Kota Madiun

Hilangkan Ketergantungan Narkoba, 20 Napi Narkoba Masuk Kelas Khusus

08 Oktober 2017, 15: 00: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

napi narkoba

Sebanyak 20 warga binaan dengan perkara narkoba bakal mendapatkan penanganan khusus selama dua bulan. (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

MADIUN – Besar pasak daripada tiang. Tingkat hunian Lapas Kelas I Madiun yang hanya 400 kepala terpaksa dijejali 1.000 lebih warga binaan. Apalagi, jumlah petugas tidak sebanding dengan narapidana dan tahanan yang harus diawasi. 

‘’Dari jumlah total penghuni, sekitar 70 persen di antaranya karena perkara narkoba,’’ kata Kepala Lapas I Madiun Wahid Husen, Selasa  (3/10).

Dia tidak menampik Lapas I Madiun kerap dikait-kaitkan dengan mata rantai peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang lantaran mayoritas adalah tipikal penghuni itu. Warga binaan kena tuding masih tetap “bermain”. 

Wahid blak-blakan sempat kecolongan lantaran penghuni lapasnya yang melebihi kapasitas hingga narkoba dan handphone tak jarang lolos dari pengawasan sehingga rentan diselundupkan. 

‘’Perlu ada terobosan untuk membina warga binaan agar hilang ketergantungan terhadap narkoba,’’ jelasnya.

Wahid berupaya menerapkan pola komprehensif dengan melibatkan dinas sosial, dinas kesehatan, kantor Kementerian Agama, dan MUI. Terobosan itu sengaja diujicobakan mulai kemarin. 

Warga binaan bakal menjalani penguatan rohani, pemahaman sosial, dan pengetahuan medis soal bahaya narkoba. Selain itu, mereka mendapatkan latihan kerja. 

‘’Kami ambil sampel 20 warga binaan,’’ terang Wahid. 

Sebanyak 20 penghuni lapas itu mengikuti kelas khusus mulai pagi hingga malam. Tes urine juga diterapkan secara berkala. Kelas khusus ini rencananya berlangsung dua bulan. 

Kepala Divisi Kemasyarakatan Kanwil Jatim Giri Purbadi menyebut lebih sulit menyembuhkan ketimbang menangkap penyalahguna narkoba. Dia berharap program “keroyokan” yang dicanangkan Lapas Kelas I Madiun itu membuahkan hasil. 

‘’Di Jawa Timur baru di sini yang menerapkan penanganan khusus,’’ aku Giri. 

(mn/sib/mg8/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia