Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Sportainment

Cycling Party Jamus 100 Km Munculkan Juara - Juara Baru 

Kamis, 12 Oct 2017 14:50 | editor : Budhi Prasetya

cycling party jamus

350 cyclist dari empat negara turut meramaikan Cycling Party Jamus 100 Km tahun ini  (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

NGAWI – Perebutan predikat King of Mountain (KOM) dan Queen of Mountain (QOM) Cycling Party Jamus 100 Km Tahun 2017 berlangsung supersengit! Atlet maupun mantan atlet bersaing ketat dalam perebutan gelar tersebut. 

Para cyclist itu saling beradu cepat di 8 kilometer terakhir track menuju area kebun teh Jamus, di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Ngawi Sabtu (7/10) lalu. 

Kehebohan langsung menyeruak saat roda depan road bike cyclist terdepan menyentuh garis finish. Maklum, pemanangnya adalah wajah baru alias bukan juara event serupa tahun sebelumnya. 

Ini yang menjadikan event yang digelar Jawa Pos Radar Ngawi menarik. Para jawaranya selalu wajah baru! 

Pada kategori road bike usia di bawah 40 tahun misalnya. Predikat KOM disabet Chandra Dauna. 

Menjelang garis finis, mantan atlet asal Solo Cycling Community (SCC) itu sempat bersaing ketat dengan dua rekannya. Yakni, Edy Purnomo dan Bayu Eko, yang sama-sama berasal dari SCC. 

’’Edy sudah kehabisan, detak jantungnya melonjak,’’ ujar Chandra kepada Jawa Pos Radar Ngawi. 

Sedangkan, Bayu menurutnya bukan tipikal climber. Diakuinya, ada selisih sepersekian detik dengan dua rekannya saat finis. 

Menurutnya, torehan prestasi itu terasa lebih istimewa. Sebab, SCC juga berhasil memenangi gelar di dua kontes lainnya. Yakni, Fahrizal Maulana yang juga merupakan atlet Pengkab ISSI Kudus merebut predikat KOM untuk kategori MTB usia di bawah 40 tahun. 

Pun, S. Suyamti, cyclist SCC lainnya juga berhasil meraih predikat QOM. Ajang tersebut memang kali pertama dilombakan di Jamus 100 Km yang tahun ini sudah memasuki edisi ketiga. 

’’Jamus 100 Km ini KOM-nya open, jadi seru. Kalau open memang akan banyak atlet maupun mantan atlet yang ikut,’’ ujarnya. 

Menurutnya, pelaksanaan Jamus 100 Km tahun ini juga semakin kompetitif. Track yang diberikan panitia juga bagus. Siksaan udara panas di 70 persen track yang dilalui, ditambah tanjakan memberi kesan menarik bagi para cyclist. 

’’Semakin banyak tahun ini atletnya, bagus,’’ jelasnya. 

Chandra menambahkan, kunci keberhasil meraih KOM itu buah dari latihan dan kerja keras tim. Anggota SCC kerap menggelar latihan rutin. 

Baik di track dengan karakter rute tanjakan maupun flat dengan jarak yang panjang. Lokasinya di kawasan Solo dan Karanganyar. Favorit memang berada di kawasan lereng Gunung Lawu.

’’Kuncinya karena sering latihan,’’ jelasnya.

Tak kalah seru pada kategori road bike usia di atas 41 tahun. Tamin Hadiwiyono, pesepeda asal CV Jokindo Wira Mandiri itu berhasil merebut KOM. 

Tamin pada Jamus 2016 hanya berada di peringkat kedua. Pada tahun ini Tamin berhasil membalas kegagalannya. Peringkat kedua tahun ini menjadi milik Rudy S. Rustanto. Sedangkan, Rasditya berada di peringkat ketiga. 

’’Jangan berambisi saat menuju pit stop 1 dan 2. Baru dikayuh kuat sejak KOM,’’ ujarnya.

Sementara, Fahrizal Maulana bisa menikmati buah latihan kerasnya. Atlet Pengkab ISSI Kudus yang masih berusia 20 tahun itu berhasil meraih KOM kategori MTB di bawah usia 40 tahun. 

Cyclist SCC itu mengalahkan Juwanto Reza dari Bike Gallery Specialized, Semarang. Usia Juwanto yang kerap merebut KOM itu tahun ini menginjak 40 tahun. 

’’Semua karena menu latihan. Seminggu hanya libur sekali, hari Senin saja,’’ jelasnya. 

Sementara itu, untuk kelas MTB di atas 41 tahun lebih longgar. Dwi Ratsongko, kembali berhasil menyabet KOM.  Ini sama persis dengan tahun lalu. 

Dominasi mantan atlet tersebut memang  begitu terasa pada kelas ini. Arif Sisbiantoro, cyclist PRCC berada di peringkat kedua. Sedangkan, Agus Supatno di peringkat 3. 

Sementara, predikat QOM Jamus 100 Km tahun ini  menjadi milik S Suyamti. Mantan atlet tersebut lebih cepat dari rekan setimnya, Maria Dea yang berada di peringkat kedua. Sedangkan peringkat ketiga milik Widi Bruno, cyclist asal Vellogirls, Lombok. 

(mn/odi/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia