Senin, 20 May 2019
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Kembalikan Kejayaan Pasar Tradisional 

12 Oktober 2017, 15: 00: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

pasar tradisional

Pemkab masih menanti persetujuan kucuran anggaran untuk merehabilitasi Pasar Dolopo.  (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN – Berbagai upaya dilakukan pemkab untuk menghidupkan kembali pasar tradisional. Mulai merehabilitasi bangunan pasar hingga menelurkan berbagai kebijakan baru. 

Seperti di Pasar Dolopo yang kondisinya sudah mendesak rehabilitasi. Banyaknya pedagang yang berjualan dan bongkar muat barang di area parkir menjadi salah satu alasan. Sayangnya, tidak cukup ruang untuk memperluas pasar tradisional tersebut. 

Alhasil, tak ada pilihan selain kecuali menyulapnya menjadi bangunan bertingkat. Dengan begitu, semua pedagang yang berjualan di luar bisa berjualan di dalam kios seperti pedagang yang berada di dalam pasar. 

‘’Sudah kami usulkan ke pemerintah pusat. Tinggal menunggu hasilnya saja,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Dinperdakop dan UM) Kabupaten Madiun Budi Muratno.

Jika usulan revitalisasi di tahun depan itu diamini oleh pemerintah pusat, maka para pedagang harus bersiap direlokasi selama masa pembangunan. 

Rencananya, Pasar Unggas dan Kerajinan Dolopo bakal menjadi tempat relokasi lantaran kondisinya memang sepi dari kegiatan jual beli. 

‘’Siapa tahu nanti bisa mendorong hidupnya kembali pasar unggas,’’ ujar Budi. 

Kebanyakan pedagang yang direlokasi khawatir bakal kehilangan kios setelah proses rehabilitasi selesai. Namun, mereka tak perlu khawatir. 

Para pedagang tak akan pernah kehilangan hak pakai kios yang sudah mereka tempati untuk berjualan bertahun-tahun. 

‘’Tidak ada yang kehilangan kios. Karena relokasi ini bersifat by name by address. Semua akan menempati kiosnya seperti semula,’’ ungkapnya.

Diketahui, para pedagang Pasar Dolopo terbagi dalam dua kubu. Pedagang di dalam pasar dan yang membuka lapak di luar pasar. 

Mereka sempat berselisih paham. Pembeli lebih suka berbelanja di luar. Keterbatasan kios jadi penyebab adanya pedagang yang berjualan di luar pasar. 

‘’Semua butuh proses dan bertahap,’’ tekannya.

Selain merehabilitasi bangunan pasar, memperbarui kebijakan juga perlu dilakukan untuk mengembalikan kejayaan pasar tradisional. 

Salah satunya dengan mengganti sistem pembayaran listrik dari pascabayar ke prabayar.  Di antaranya, pengalihan sistem pembayaran listrik di Pasar Nglames dan Sambirejo. 

‘’Kedua pasar ini sudah selesai direhabilitasi, tinggal penggantian sistem pembayaran listriknya saja,’’ pungkasnya. 

(mn/bel/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia