Sabtu, 25 May 2019
radarmadiun
icon featured
Mejayan

Terdampak Proyek Pembangunan Kantor Kecamatan

05 November 2017, 22: 12: 51 WIB | editor : Budhi Prasetya

terdampak proyek

Aktivitas pembangunan kantor Kecamatan Sawahan sempat dikeluhkan lantaran dampaknya menimpa saluran irigasi dan penerangan jalan umum di Pucangrejo. (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun )

MADIUN - Proses pembangunan kantor Kecamatan Sawahan yang baru di Desa Pucangrejo memberikan angin segar. Namun di sisi lain juga menimbulkan dampak tak mengenakkan. 

Ini lantaran aktivitas pengurukannya dianggap mengganggu fasilitas umum (fasum) di desa setempat. Beberapa hari terakhir, warga desa resah akibat saluran irigasi sawah tiba-tiba ditimbun material tanah uruk. 

Padahal, saluran itu menjadi saluran utama. Tak pelak, puluhan hektare tanah di sekitar lokasi kantor Kecamatan Sawahan yang baru tersengat dampaknya. 

‘’Untungnya sekarang sudah masa panen. Jadi tak butuh banyak suplai air,’’ kata Kades Pucangrejo Bambang Prasetyo.

Kendati demikian, bukan berarti sawah di desa itu tak lagi membutuhkan pasokan irigasi. Selepas panen, para petani kini mulai menyebar benih padi. Lahan pertanian memang tak butuh waktu istirahat lama selepas panen.  

‘’Jika salurannya tertutup, airnya dilewatkan mana,’’ keluhnya.

Menurut Bambang, saluran air itu sengaja ditimbun untuk akses keluar masuk truk bertonase tinggi dalam mendistribusikan tanah uruk. Warga yang mengetahui penimbunan tidak berani menegur para pekerja. 

Lalu lalang kendaraan besar itu juga dikhawatirkan bakal merusak jalan usaha tani (JUT). Juga, merusak jalan kabupaten yang berada tepat di lokasi kantor kecamatan yang baru tersebut. 

‘’Karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pemdes, kami pun kebingungan menjelaskan kepada masyarakat,’’ paparnya.

Tak hanya itu, PJU yang dianggarkan dari dana desa (DD) juga menjadi korban. Kabel yang menghantarkan arus listrik putus. Akibatnya, penerangan desa pada malam hari pun terganggu. 

Pemdes sudah menegur pelaksana perihal kerusakan tersebut, namun tidak digubris. Bahkan, warga sempat memasang papan segel di depan proyek pembangunan yang digawangi PT Waskita Karya tersebut. 

‘’Saya sudah meminta warga untuk mencabutnya,’’ imbuh Bambang.

Sejatinya, pihak pemdes tidak menghalangi pembangunan kantor Kecamatan Sawahan yang baru tersebut. Dia justru bungah lantaran penantian warga selama ini menjadi kenyataan. 

Pihaknya juga menyadari, setiap kali ada pembangunan pasti ada dampak yang ditimbulkan. Namun, bukan berarti semuanya dibiarkan berjalan tanpa penyelesaian. 

‘’Jika sebelumnya ada omong-omongan, kan mudah menjelaskan kepada warga. Bagaimana dampak kerusakannya, bagaimana perbaikannya,’’ ucapnya.

(mn/bel/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia