Kamis, 23 May 2019
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Minim Sosialisasi, Registrasi Ulang Kartu Seluler Disangka Hoax

07 November 2017, 00: 43: 43 WIB | editor : Budhi Prasetya

registrasi ulang

Salah seorang pengguna kartu seluler prabayar melakukan registrasi (Asta Yanuar/Radar Ponorogo )

PONOROGO – Peraturan baru tentang registrasi ulang kartu prabayar ternyata masih menyisakan tanya bagi pelanggan jasa telekomunikasi. Terbuki masih ada warga yang ternyata masih belum memahami aturan tersebut. 

Bahkan ada juga menganggap peraturan itu tak lain informasi palsu alias hoax. Hariyanti, salah seorang warga Kertosari, Babadan mengaku hingga saat ini belum melakukan registrasi ulang kartu selulernya. 

‘’Belum registrasi karena saya pikir itu hanya berita tidak benar,’’ kata Hariyanti, Jumat (3/11).

Alasan Hariyanti, hingga saat ini belum ada sosialisasi langsung yang  dapat meyakinkannya. Kabar wajib registrasi ulang tak lain didapat dari pesan singkat. 

Jika dia menanggapi santai berita wajib registrasi itu, beda halnya dengan Widyawati, warga Lembah, Babadan. Dia menyatakan sudah mencoba registrasi ulang kartu SIM-nya dua kali. 

Namun selalu tidak berhasil alias gagal. Pun mencoba mengirim pesan sesuai format SMS yang dikirim dari Kementerian Kominfo. Tapi tetap saja gagal. 

‘’Saya coba terus tapi gagal. Saya khawatir kalau tidak registrasi ulang nanti akan diblokir,’’ ungkapnya.

Tak patah arang, Widyawati bertanya kepada teman-temannya yang sudah berhasil melakukan registrasi ulang. Ada informasi bahwa gagalnya registrasi itu lantaran KTP elektroniknya belum diaktivasi. Sehingga proses registrasi ditolak dan gagal. 

‘’Kalau memang benar gagalnya karena KTP elektronik belum diaktivasi ya nanti diurus, biar bisa registrasi,’’ paparnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Ponorogo, Najib Susilo mengaku belum memahami betul Permenkominfo Nomor 14/2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. 

Alasannya baru aktif menjabat 1 November lalu. Najib berjanji akan segera mempelajari peraturan tersebut dan menyampaikannya kepada masyarakat. 

‘’Secepatnya nanti akan saya sampaikan agar masyarakat bisa memahami peraturan baru itu dengan jelas,’’ ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Ponorogo, Endang Retno Wulandari menyatakan belum tahu pasti apakah kegagalan registrasi karena KTP elektronik belum diaktivasi. Dia membenarkan semua KTP eletronik memang harus diaktivasi. 

Namun apakah hal itu berhubungan dengan proses registrasi atau tidak, dia menyatakan perlu konfirmasi ke instansi terkait. 

‘’Harus dianalisa dulu kira-kira apa masalahnya. Nggak bisa langsung memutuskan gagal karena masalah ini, salah saya nanti,’’ terangnya.

Retno memberikan gambaran lain tentang mengapa gagalnya registrasi ulang. Menurut informasi yang dia terima, registrasi biasanya tidak ada masalah untuk kartu baru. 

Tapi untuk kartu yang sebelumnya sudah digunakan dan registrasi ulang bisa jadi gagal. Sebab, jika data yang dimasukkan berbeda secara otomatis sistem akan menolak. 

‘’Dulu kan awalnya juga didaftarkan agar bisa digunakan. Kalau datanya tidak sesuai dengan di KTP, bisa saja jadi gagal,’’ paparnya.

(mn/tif/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia