Minggu, 21 Apr 2019
radarmadiun
icon featured
Ponorogo

Asap Dapur Warga Sampung Bergantung Tambang 

09 November 2017, 17: 10: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

Aktivitas di salah satu tempat pembakaran gamping masih jalan terus kendati perusahaan ditutup.

Aktivitas di salah satu tempat pembakaran gamping masih jalan terus kendati perusahaan ditutup. (Latiful Habibi/Radar Ponorogo)

SAMPUNG - Berhentinya aktivitas tambang batu kapur di Desa/Kecamatan Sampung, Ponorogo, memunculkan kisah ironi. PD Sari Gunung terpaksa menghentikan usaha tambang lantaran izin operasional tak kunjung turun. 

Disisi lain, perekonomian warga pun tersendat. Maklum, sebagian besar warga sekitar gunung kapur itu mengais rejeki dari aktivitas tambang. 

Kepala Desa Sampung Suyoso dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak punya pilihan lain kecuali mengikuti keputusan perusahaan agar per 7 November aktivitas tambang dihentikan. Tapi di satu sisi, dia tidak ingin warganya menjadi korban. 

Karena itu Suyoso berharap pemkab segera ada solusi agar warganya bisa kembali bekerja. 

‘’Intinya warga mau berhenti kerja dan menunggu hasil koordinasi. Tapi tidak lebih dari tiga hari,’’ paparnya. 

Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno mengatakan, PD Sari Gunung merupakan salah satu perusahaan milik daerah yang sudah lama ada. Diakuinya, perizinan tambang galian C saat ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. 

‘’Semua memang ada prosesnya, tapi kami harus mengutamakan warga. Apalagi tambang itu merupakan satu-satunya penghasilan mereka sejak dulu,’’ ungkapnya.

Soedjarno menyebut seharusnya tidak perlu ada penutupan tambang selama proses perpanjangan izin belum turun. Dia berjanji segera diskusi dengan pihak terkait. 

Juga berkoordinasi dengan pemprov agar proses penambangan tetap jalan sambil menunggu perpanjangan izin. Tujuannya, warga tidak kehilangan penghasilan. 

Selain itu, kondisi pasar perlu menjadi pertimbangan. Sebab produk PD Sari Gunung selama ini dikirim sampai ke berbagai daerah. 

‘’Kami ingin menyelesaikan secepatnya agar tidak sampai menimbulkan keresahan di masyarakat,’’ tegasnya. 

(mn/tif/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia