Jumat, 24 May 2019
radarmadiun
icon featured
Hukum & Kriminal

Cemburu Buta, Dua Remaja Keroyok Teman Dekat Gadis Idaman 

09 November 2017, 19: 57: 30 WIB | editor : Budhi Prasetya

cemburu buta

Kedua tersangka penganiayaan diamankan anggota Polsek Padas (Ist For Radar Ngawi)

NGAWI – Perasaan cemburu kerap membuat orang yang tengah dimabuk asmara gelap mata. Seperti yang terjadi di Desa Jenggrik, Kecamatan kedunggalar, Kabupaten Ngawi, ini. Lantaran cemburu buta, dua abg nekat menghajar seorang remaja lainnya. 

Alhasil, peristiwa yang berlatarbelakang asmara itupun berujung di meja penyidik polisi.  BTR, pemuda 19 tahun asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi harus bersiap meringkuk di balik jeruji besi. 

Pun demikian juga dengan AR, anak baru gede (abg) 18 tahun warga Desa Badegan, Kecamatan Sekarputih, Ngawi. Keduanya diduga terlibat penganiayaan terhadap Riyanto Saputro, remaja asal Desa Palang lor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. 

’’Hasil pengakuan BTR cemburu,’’ ujar Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri. 

Awalnya BTR mengajak sohibnya AR untuk menemui Listiasari, gadis idamannya. Ketika itu, BTR sudah janjian ketemu pujaan hatinya itu pinggir jalan Desa Jenggrik.  

Lantaran mengira ada hal penting, Listiasari yang dikenal akrab dengan BTR pun permintaan pertemuan tersebut. Rupanya gadis manis ini datang ke lokasi yang disepakati dengan Riyanto Saputro. 

Pemuda berumur 17 tahun warga Desa Palang lor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, itu selama ini memang dikenal sebagai teman dekat Listiasari. Kondisi ini sontak membuat BTR emosi. 

BTR terlibat cekcok mulut dengan Riyanto. Tiba- tiba pelaku membenturkan kepalanya tepat mengenai pilipis kanan korban. Dua kali pukulan tangan kosong juga dilayangkan BTR ke tubuh Riyanto. 

’’Setelah terjadi pemukulan, temannya (AR, Red) bukan melerai tapi ikut melakukan pemukulan,’’ imbuh Lilik.

Usai menganiaya korban, BTR dan AR melenggang pergi dari lokasi kejadian. Riyanto luka robek di pelipis kanan dan memar di beberapa bagian tubuhnya. 

Jono, orang tua korban langsung geram sesaat setelah mendengar cerita anaknya. Jono mendatangi Polsek Kedunggalar untuk melaporkan aksi penganiayaan yang dialami oleh buah hatinya itu. 

’’Kami dapat laporan Jumat lalu (3/11),’’ imbuhnya.

Usai mendapatkan laporan, Lilik pun menuturkan jika pihaknya mendalami keterangan korban dan saksi. Pihaknya selanjutnya melakukan penangkapan terhadap BTR dan AR. Hingga saat ini, kedua pelaku penganiyaan tersebut masih menjalani pemeriksaan. 

’’Kami akan tetap proses hukum, saat ini kami titipkan di Lapas Ngawi,’’  bebernya. 

(mn/odi/sib/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia