Selasa, 13 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Magetan

Agrowisata jadi Wisata Alternatif saat Musim Liburan Akhir Tahun 

Selasa, 02 Jan 2018 14:30 | editor : Budhi Prasetya

Agrowisata Magetan

Pengunjung sedang menikmati beragam jenis bunga di salah satu taman obyek wisata saat liburan tahun baru kemarin. (Andi Chorniawan/Radar Magetan)

MAGETAN –  Agrowisata Green Garden menjadi warna baru wisata Magetan. Ini menjadi pilihan alternatif yang menyuguhkan pemandangan telaga atau berfoto selfie dengan background perbukitan lereng Gunung Lawu bagi pengunjung. 

Objek wisata di Desa Truneng, Sukomoro, itu juga menawarkan swafoto dengan background beraneka ragam tanaman bunga dan buah-buahan. Tidak hanya itu, pengunjung pun bisa membeli bibitnya. 

Setibanya di lokasi, mata pengunjung langsung dimanjakan dengan rimbunan tanaman hijau yang memenuhi lahan seluas 1,5 hektare. Pada bagian tengah, misalnya, ada hamparan pohon bunga matahari, mawar, anyelir, dan kertas. 

‘’Pemandangannya indah, bagus, dan unik,’’ kata Sekar Annindyah, salah seorang wisatawan Senin (1/1).

Sekar yang datang bersama keluarganya terlihat menyusuri jalan setapak di antara rimbunan bunga dan buah-buahan. Tidak jarang mereka berhenti untuk ber-selfie dengan latar tanaman tersebut. 

Setelah itu berpindah ke spot foto yang ada di sebelah timur. Di atas bangunan yang terbuat dari bambu bertingkat itu mereka ber-wefie-ria dengan background hamparan kawasan wisata itu. 

‘’Fotonya buat kenang-kenangan dan dipamerkan di medsos,’’ ucap warga Desa Bayem Wetan, Kartoharjo, ini. 

Meski begitu, remaja 13 tahun itu menilai Agrowisata Green Garden masih perlu dipoles lagi. Salah satunya menambah varietas bunga yang ditanam agar tidak terlihat gersang dan pemandangannya lebih indah. 

‘’Saya baru sekali ini datang ke tempat wisata yang konsepnya berkeliling di jalur setapak menikmati banyak bunga,’’ akunya. 

Suparlan, pengelola agrowisata itu, mengakui kondisi saat ini masih kurang maksimal. Sebab, wisata yang dibangunnya itu baru berjalan dua setengah bulan. 

Pun sejumlah tanaman masih belum semuanya berbunga. Bunga matahari, misalnya, perlu waktu setidaknya dua bulan lagi agar seluruh tanamannya bisa berbunga semua. 

‘’Ada puluhan pohon. Sedangkan satu batang bisa tumbuh tujuh bunga. Kalau nanti berbunga semua, pasti jauh lebih indah,’’ paparnya. 

Dia mengungkapkan, sedikitnya 279 pohon yang ditanam. Ratusan pohon itu terdiri berbagai jenis. Kurma, misalnya, ada tujuh jenis. 

Sedangkan kelengkeng dan alpukat masing-masing lima. Ada pula pohon pisang dan buah naga yang ditanam sekaligus menjadi pagar keliling wisata. 

‘’Selain tanaman ada juga tangkap ikan di kolam,’’ imbuhnya. 

Dia menjelaskan, agrowisata itu tidak hanya sebagai wahana hiburan warga. Melainkan juga ada unsur edukasinya. Dia berharap pengunjung bisa belajar bagaimana cara merawat tanaman dan mengetahui aneka ragam jenisnya. 

(mn/cor/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia