Sabtu, 25 May 2019
radarmadiun
icon featured
Peristiwa
Pilgub Jatim

Khofifah Dorong Gamelan Paju Ber-SNI

25 Maret 2018, 10: 07: 59 WIB | editor : Budhi Prasetya

Khofifah cagub jatim

BLUSUKAN: Cagub Jatim Khofifah Indar Parwansa mendengarkan penjelasan dari H. Kusnan mengenai proses pembuatan gamelan di Paju, Ponorogo. (Latiful Habibi/Radar Ponorogo )

PONOROGO – Khofifah Indar Parawansa menaruh perhatian lebih terhadap pelestarian budaya dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ini terlihat saat Calon Gubernur Jawa Timur itu mendatangi sentra gamelan dan gong di Paju selepas mengikuti arak-arakan budaya di Desa Bajang, Kecamatan Balong, Ponorogo. 

‘’Ini merupakan sesuatu yang luar biasa yang dimiliki Ponorogo,’’ kata Khofifah, Sabtu (24/3).

Khofifah dibuat takjub melihat proses pembuatan gong dan gamelan. Dia tidak mengira teknik pembuatan piranti kesenian tradisional itu begitu rumit dan membutuhkan keahlian tertentu. Tidak hanya membutuhkan ketelitian tertentu, perajin juga menggunakan rasa. 

‘’Mereka bisa mengecek bagaimana bunyi-bunyian dari seluruh nada bisa memberikan penguatan dari performance budaya,’’ ungkapnya.

Hebatnya lagi, para perajin di bawah pimpinan H. Kusnan tersebut mampu membedakan antara gamelan Jawa dengan Bali, Kalimantan, maupun Sumatera. Menurut Khofifah, eksistensi para perajin gong dan gamelan itu memang layak didukung. 

Sebab mereka tidak sekedar bekerja, tapi ikut memberikan kontribusi yang luar biasa terutama dalam pelestarian budaya. 

‘’Karena Indonesia ini kaya akan varian budaya. Dan di antara budaya-budaya  tersebut performance-nya membutuhkan gamelan,’’ terangnya. 

Menurut Khofifah, kerajinan yang dikembangkan masyarakat Paju ini sejalan dengan salah satu program Nawa Bakti Satya. Yakni bakti ke sembilan, Jatim Harmoni. 

Menurut dia yang harus dibangun tidak hanya harmoni antar senimannya tapi juga harmoni produk seninya. Tidak hanya harmoni antar budayawannya tetapi juga harmoni budayanya. 

‘’Jadi produk budaya oleh budayawan sama-sama harus dibangun harmoninya. Ini akan menjadi pelestarian budaya adiluhung Indonesia,’’ paparnya.

Khofifah menyebut, produksi kerajinan gong dan gamelan di Paju tidak mengalami kesulitan bahan baku. Hanya saja, perlu diupayakan standar kualitasnya agar mendapatkan standar nasional Indonesia (SNI). 

Sedangkan market-nya, juga tidak begitu kesulitan kecuali saat-saat tertentu perajin mengalami masa sepi. ‘’Tapi dari penjelasan Pak Kusnan, selama ini pasar masih cukup respect,’’ ungkapnya.

Khofifah kemarin juga menyempatkan diri untuk blusukan ke beberapa tempat. Di antaranya tilik sabin bersama masyarakat dan petani di Desa Kunti, Bungkal. 

Setelah itu juga manyambangi para ulama di Ponpes Sendang Drajat, Sedang, Jambon. Dari kunjungannya tersebut, Khofifah banyak menyerap aspirasi serta keluhan dari masyarakat. 

Menjelang petang kemarin, dia juga menyempatkan untuk berziarah ke makam Batoro Katong di Japan, Babadan. Malam harinya Khofifah ikut menghadiri pengajian Mafia Salawat bersama Ali Shodikin di Lapangan Jenangan. 

Kegiatan kemarin ditutup dengan menghadiri pagelaran wayang kulit di lapangan Gelang Kulon, Sampung. 

(mn/tif/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia