Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Features
Mengapa Memilih Gus Ipul-Mbak Puti?(Bagian-2)

Pilih Nomor 2, Perkuat Jokowi

Sabtu, 07 Apr 2018 03:00 | editor : Wawan Isdarwanto

puti guntur soekarno

PERKUAT JOKOWI - Cawagub Puti Guntur Soekarno bertemu Presiden Jokowi di Rakernas III PDI Perjuanggan di Bali, Selasa (23/2) lalu. Puti Guntur di banyak kesempatan menyampaikan, kemenangan Pilkada untuk memperkuat Jokowi (Istimewa)

Presiden Joko Widodo adalah ikon. Dia kader PDI Perjuangan (PDIP). Di Pilgub Jawa Timur, PDIP mencalonkan Gus Ipul-Mbak Puti. Pasangan calon nomor 2 itu satu garis lurus dengan Jokowi. 

----------------------------------- 

AWAL Maret lalu, Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah mengumumkan sikap politik pribadi Jokowi yang mendukung paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur  Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Mbak Puti). 

‘’Pak Jokowi adalah kader PDIP. Pak Jokowi mendukung keputusan PDIP mencalonkan Gus Ipul-Mbak Puti. Teristimewa, Mbak Puti cucu Bung Karno, sang proklamator, yang sangat dihormati Pak Jokowi,’’ kata Basarah, Minggu lalu (4/3), di Surabaya.

Pasca-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP 23 Februari 2018 lalu di Bali, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri resmi mengumumkan partainya mencalonkan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019. Di forum itu pula, Mbak Puti bertemu Jokowi. 

‘’Seribu persen, Pak Jokowi mendukung Gus Ipul-MbakPuti. Bukan yang lain,’’ kata Basarah, ketua Tim Internal PDIP.

Sikap itu bak gayung bersambut dengan organisasi relawan Jokowi di Jawa Timur. Bahkan, Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Jember telah lebih dahulu menyatakan pilihannya. 

‘’Kami yakin, Gus Ipul-Mbak Puti akan hadir di tengah kesulitan masyarakat, seperti Pak Jokowi,’’ kata Sapto Raharjanto, ketua Seknas Jokowi Jember, pertengahan Februari 2018.

Keinginan Jokowi membangun dari pinggiran, diharapkan juga diterapkan di Jawa Timur. Ketimpangan antarwilayah harus diatasi. 

Seknas Jokowi melihat, program penambahan Rp 1 triliun untuk Madura, kemudian program Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Jalur Selatan, dan pengembangan 1.000 Desa Wisata, adalah contoh upaya Gus Ipul-Mbak Puti mengatasi kesenjangan wilayah, disparitas sosial dan ekonomi.

Hanya Gus Ipul-Mbak Puti yang tegas dan jelas menyatakan akan memperkuat program Nawacita Presiden Jokowi di Jawa Timur. 

‘’Kami juga akan berkampanye untuk kemenangan Pak  Jokowi dalam Pilpres 2019. Kami ingin pemerintahan Pak Jokowi dilanjutkan lima tahun berikutnya,’’ kata Mbak Puti.

Ahmad Basarah menambahkan, sosialisasi Jokowi calon presiden 2019 dan kampanye Gus Ipul-Mbak Puti dalam Pilkada Jawa Timur 2018 harus digarap dalam satu paket gerakan. 

‘’Kampanye Gus Ipul-Mbak Puti harus satu tarikan napas dengan sosialisasi Jokowi Presiden 2 Periode,’’ kata Basarah.

Mbak Puti, dalam berbagai kampanye di internal PDIP, menegaskan bahwa kemenangan Pilgub Jawa Timur, pilbup, dan pilwali adalah fondasi untuk memenangkan PDIP dalam pemilu legislatif (pileg) dan pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019. 

‘’Kita perkuat fondasi pemenangan Pak Jokowi 2019,’’ kata Mbak Puti dalam rapat kerja PDIP di Bondowoso, tempo hari.

Dukungan juga diberikan relawan Pro Jokowi (Projo) di Tuban, Rabu 21 Maret 2018, malam. 

‘’Kami yakin kalau Gus Ipul-Mbak Puti terpilih, maka kesejahteraan rakyat akan diperhatikan,’’ kata Suhandoyo, ketua Projo Jawa Timur. 

Projo memandang Gus Ipul-Mbak Puti memiliki orientasi kebijakan seperti Jokowi, yakni terarah pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa, melindungi NKRI, serta menjaga kebinekaan Indonesia. Projo akan berkontribusi aktif agar Gus Ipul-Mbak Puti menang 60 persen di Jawa Timur. 

‘’Khusus untuk Tuban, saya kira bisa menang di angka 70 persen,’’ yakin Suhandoyo. 

Esok harinya, 22 Maret 2018, di Surabaya, 10 organisasi relawan Jokowi lainnya menyatakan sikap yang sama. Deklarasi itu dihadiri Gus Ipul. Bagi para relawan Jokowi, Gus Ipul-Mbak Puti memiliki rekam jejak pengalaman di pemerintahan. 

Pun keduanya memiliki nuansa Nahdlatul Ulama (NU) dan nasionalis marhaen. Kedua kultur itu hidup kuat di Jawa Timur. 

‘’Semangat Nawacita, seperti membangun dari pinggiran itulah yang akan saya kerjakan bersama Mbak Puti jika terpilih nanti,’’ janji Gus Ipul.

Relawan Kartini Perindo juga menjatuhkan pilihan pada Gus Ipul-Mbak Puti setelah mendapat instruksi Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Di pusat, Partai Perindo telah menunjukkan sikap merapat pada Presiden Jokowi. 

‘’Kartini Perindo mempunyai ribuan anggota di Jawa Timur. Kami bergabung memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti dalam Pilgub 2018,” kata Lina Rosita, ketua Kartini Perindo Jawa Timur.

Haryadi, pengamat  politik dari FISIP Universitas Airlangga, menilai Jokowi adalah figur yang memiliki magnet elektoral tinggi. Terlebih, Jokowi dan Puti sama-sama kader PDIP. Partai politik ini tempat lahir, tumbuh, dan berkembangnya mereka. 

‘’Sebagai kader PDIP, pasti Pak Jokowi mendukung Gus Ipul-Mbak Puti. Terlebih Mbak Puti, cucu Bung Karno. Gus Ipul-Mbak Puti juga tegas akan mengamankan Nawacita di Jawa Timur. Juga akan kampanye untuk Pak Jokowi 2019 di provinsi ini,’’ kata Haryadi.

Novri Susan, pengamat politik lain dari FISIP Universitas Airlangga, juga melihat magnet Jokowi di Pilgub Jatim 2018. 

‘’Dukungan Pak Jokowi akan menjadi rujukan politik bagi masyarakat. Terlebih Gus Ipul-Mbak Puti juga memastikan akan berkampanye untuk Pak Jokowi dalam Pilpres 2019 dan mendukung Nawacita,’’ kata Novri. (naz/c1/pra/sat)

(mn/jpr/isd/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia