Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Sebelum Tabrak Trailer, Segini Kecepakatan KA Sancaka

Minggu, 08 Apr 2018 21:35 | editor : Budhi Prasetya

kecelakaan KA Sancaka

PARAH : Petugas berupaya keras mengevakuasi bangkai gerbong kereta, Sabtu (7/4) (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN - Benturan keras antara KA Sancaka dengan truk trailer mengakibatkan kerusakan parah bagi kedua kendaraan transportasi darat itu. Kondisi lokomotif dan sebagian gerbong  yang anjlok ditaksir mengalami kerugian materiil yang tidak sedikit. 

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menyebut setidak-tidaknya lokomotif dan gerbong pembangkit sudah dipastikan rusak. Belum termasuk sejumlah gerbong penumpang kereta api tersebut. 

’’Yang sudah pasti rusak ada lokomotif dan gerbong pembangkit. Belum termasuk gerbong penumpang,’’ kata Edi, saat pemakaman Mustofa, korban kecelakaan KA Sancaka yang juga masinis kereta api tersebut.

Terkait perkembangan hasil investigasi penyebab kecelakaan tersebut, Edi membeber sejumlah fakta. 

Data logger yang merekam kecepatan KA Sancaka menyebut jika di menit kecelakaan terjadi, kecepatan kereta api jurusan Jogjakarta-Surabaya itu anjlok drastis. Dari semula berkecepatan 91 kilometer per jam, menjadi nol kilometer per jam. 

’’Data logger ini tidak bisa dibohongi. Di menit terjadi, dari 91 kilometer per jam, kemudian menit berikutnya langsung nol, artinya benturan dengan truk trailer langsung membuat kereta terhenti,’’ bebernya.

Terpisah, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulkifli mengatakan, saat ini pihaknya bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Polri masih terus menginvestigasi penyebab kecelakaan di Ngawi itu. 

Dia tak menampik jika perlintasan tanpa palang pintu menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus segera diselesaikan. 

’’Kami terus kejar pembangunan crossing (palang pintu perlintasan) sejak dua bulan ini,’’ kata Zulkifli usai mengunjungi Asisten Masinis KA Sancaka Hendra Wahyudi di RSUP dr. Soedono kemarin.

Hingga saat ini, Zulkifli menyebut telah menyelesaikan sedikitnya 311 palang pintu perlintasan kereta api. Ada lebih dari 4.000 perlintasan tanpa palang pintu seperti di Sambirejo, Mantingan, Ngawi, yang telah diinventarisir oleh Ditjen Perkeretaapian. 

Menurut Zulkifli, itu menjadi tanggung jawab bersama. Pun pihaknya juga sudah mendata berapa saja perlintasan yang rawan dan perlu segera diberi palang pintu. 

‘’Ini butuh effort, kami sudah persiapkan roadmap untuk mencoba menutup empat ribu perlintasan itu,’’ pungkasnya. 

(mn/jpr/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia