Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa

Miris, Dua ABG Peserta Miras Ternyata Perempuan  

Jumat, 13 Apr 2018 04:00 | editor : Budhi Prasetya

korban miras oplosan

BOCAH MBELING: Ketiga remaja yang terlibat pesta miras keluar dari RSUD Caruban didampingi petugas kepolisian, Rabu (11/4). (R.Bagus Rahadi/Radar Madiun)

MADIUN – Entah apa yang ada di benak AM dan WL, dua remaja belasan tahun itu hingga terlibat pesta miras di Waduk Dawuhan, Plumpungrejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu malam (11/4) lalu. 

Dua anak baru gede (ABG) perempuan tersebut, ditemukan warga teler berat hingga tak sadarkan diri bersama EW dan WL, dua teman prianya. Ironisnya, dua remaja perempuan itu masih bersatus pelajar.   

Sementara dua laki-laki teman pesta miras mereka tercatat sudah drop out sekolah. EW dan WL warga Kecamatan/Kabupaten Madiun; AM warga Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun; dan WL warga Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.   

Kapolsek Wonoasri AKP Endro Wahyudi menjelaskan jika keempat ABG tersebut memiliki hubungan khusus alias pacaran.  Awalnya mereka bertemu di Taman Kelun Kota Madiun pukul 15.00 Wib. 

‘’Setelah itu langsung ke Waduk Dawuhan.  Diduga mulai 15.45 tiga pelaku tidak sadarkan diri,’’ ungkap Endro.

Empat remaja tanggung itu ditemukan tidak sadarkan diri sekitar pukul 17.50 Wib. Polisi dan warga yang datang ke lokasi pesta miras tersebut langsung membawa mereka ke RSUD  Caruban. 

Mereka baru sadarkan diri sekitar pukul 19.30 Wib dan langsung dibawa ke Polsek Wonoasri untuk dipriksa. ‘’Sebelum kami serahkan ke orang tua masing-masing kami lakukan pembinaan. Tentu diketahui kades setempat guna pengawasan lebih lanjut,’’ tegas Endro. 

Berdasar keterangan yang diperoleh dari keempat remaja tersebut, Unit Reskrim dan Sabhara Polsek Wonoasri langsung menggerebek Srigiarti, penjual miras. Warga Ngadirejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, kedapatan menyimpan miras secara sembunyi-sembunyi. 

Polisi mengamankan dua botol masing-masing berisi 1,5 liter arjo. Perempuan 60 tahun tersebut dituding melanggar Perda Kabupaten Madiun Nomor 05 Tahun 2015 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol. 

‘’Tersangka melakukan pelanggaran menjual, meyimpan, dan atau memiliki miras jenis arak jowo,’’ pungkas Endro. 

(mn/jpr/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia