Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa
Pilgub Jatim

Mendung Adem Payungi Kampanye Gus Ipul-Mbak Puti 

Senin, 16 Apr 2018 03:00 | editor : Wawan Isdarwanto

gus ipul

TUMPAH RUAH - Puluhan ribu warga membanjiri kampanye akbar kandidat Pilkada Jawa Timur nomor 2, Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno di Jember, kemarin. Hadir pula Ketua Umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar (Istimewa)

JEMBER - Mendung adem memayungi kampanye akbar Mengetuk Pintu Langit yang digelar pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Mbak Puti) di Kampung Jackloth, Jember, Minggu (15/4). 

Puluhan ribu massa pemilih dari kawasan Tapal Kuda, meliputi Jember, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan sekitarnya hadir. Bahkan, warga yang datang jauh dari kawasan Mataraman.

Kampanye sengaja dikemas Ngaji Bareng: 313 Khataman Qur’an dan Istighotsah Kubro. Sebanyak 99 Masayikh dan Bu Nyai se-Jawa Timur hadir. 

Para ulama sepuh yang hadir KHR Kholil As’ad (Situbondo), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Miftahul Akhyar (Surabaya), KH Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan), KH Moh. Hasan Mutawakil Allalah (Probolinggo), dan KH Idris Hamid (Pasuruan).

Hadir pula Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan pimpinan partai koalisi pengusung Gus Ipul-Mbak Puti. Di antaranya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, pimpinan PKS, dan Gerindra. 

‘’Atas perintah para kiai sepuh, kami mengubah kampanye menjadi doa akbar bersama. Kami mengetuk pintu langit untuk mendapatkan rida Allah SWT atas semua perjuangan kami selama ini,’’ kata Gus Ipul.

Puluhan ribu massa tumplek blek. Laki-laki, perempuan, tua-muda, berkumpul. Lokasi acara penuh sesak. 

Itu ditambah ribuan warga yang berjalan mengular lebih dari satu kilometer di sekitar lokasi. Yang membuat takjub, menjelang siang, mendung adem memayungi di atas lokasi acara. 

Sempat gerimis sebentar yang menambah suasana makin sejuk. Cuaca mendung itu terus berlangsung sampai acara selesai pukul 16.00 Wib.

‘’Alhamdulillah, melalui khataman Alquran dan doa para kiai sepuh dan Bu Nyai, saat ini mendung adem melindungi kita semua. Sehingga kita semua tidak kepanasan. Semoga mendung yang melindungi kita menjadi pertanda rida Allah SWT,’’ imbuh Mbak Puti.

Istighotsah kubro itu didahului khataman Alquran sejak selepas subuh oleh ribuan hafiz atau penghafal Alquran. Mereka mengaji, khataman 313 kali di lokasi acara hingga siang. 

‘’Ada 100 kelompok, masing-masing mengkhatamkan tiga kali. Insya Allah khatam 313 kali,’’ ujar Muhlis Hasyim, salah seorang hafiz.

Mewakili para kiai sepuh, KH Anwar Iskandar mengatakan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti merupakan hasil ijtihad sebagian besar ulama. Tidak ada nama lain. 

‘’Gus Ipul dan Mbak Puti mencerminkan kekuatan agama dan nasionalis. Karena negara kuat jika dijaga dua kekuatan itu,’’ tegasnya.

Dia menjelaskan, Gus Ipul adalah cicit almarhum KH Bisri Syansuri, salah seorang pendiri NU, ulama besar, mantan Rais Aam PBNU. Gus Ipul adalah santri, mantan ketua umum GP Ansor, dan sekarang ketua PBNU. 

Sedangkan Mbak Puti adalah putri Guntur Soekarno. Dia cucu proklamator kemerdekaan dan Presiden Pertama Bung Karno. Dia politikus PDIP, mantan anggota DPR RI. 

‘’Pada diri Gus Ipul-Mbak Puti, kita melihat Mbah Bisri Syansuri dan Bung Karno,’’ kata Kiai Anwar.

Karena itu, kata dia, tugas para santri dan nahdliyin adalah menjalankan perintah para kiai. Yakni memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti dalam Pilkada Jawa Timur, 27 Juni 2018. 

‘’Beritahukan pada semua warga masyarakat. Ajak memilih Gus Ipul-Mbak Puti, nomor 2,’’ pintanya. 

Ulama karismatik Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo KHR Kholil As’ad menguatkan pernyataan itu. Menurutnya, ulama dan umara tidak bisa dipisah. Kiai Kholil mengibaratkan ulama sebagai antena bagi masyarakat. 

‘’Agar manusia tahu, mana yang baik dan benar,’’ ujarnya.

Dikatakan, Gus Ipul-Mbak Puti adalah hasil istikharah para kiai. ‘’Gus Ipul adalah calon gubernur Jawa Timur yang amanah. Jadi, para santri, warga NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, harus bersatu mendukung,’’ katanya. 

Mbak Puti mengatakan Gus Ipul dan dia punya mandat untuk merajut Merah-Putih, membawa spirit kebangsaan. ‘’Kami berdua juga punya komitmen untuk memperluas kesejahteraan di Jawa Timur,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Puti lebih dulu melantunkan salawat bersama para ibu nyai dan puluhan ribu hadirin. Suasana riuh. 

Sampai-sampai Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar berdiri dan melihat ke tempat duduk barisan perempuan, tempat Puti berdiri. Gus Ipul tidak kalah memukau di depan puluhan ribu calon pemilihnya. 

‘’Pilih nomor berapa?’’ tanya Gus Ipul. ‘’Dua!’’ teriak puluhan ribu warga serempak sambil mengangkat dua jari mereka, simbol nomor Gus Ipul-Mbak Puti. Berulang-ulang Gus Ipul menyampaikan dan menyemangati pengunjung kampanye.

Dia menyampaikan, dia dan Puti bisa maju dalam Pilkada Jawa Timur karena perintah, doa dan restu para kiai, serta dukungan para santri, nahdliyin, dan masyarakat luas. ‘’Taat perintah kiai ya!’’ ajak Gus Ipul.

Gus Ipul-Mbak Puti ingin kesejahteraan semakin dirasakan semua masyarakat. ‘’Petani, nelayan, pedagang, anak-anak muda, yang tinggal di desa, yang hidup di kepulauan dan daratan, semuanya. Kita ingin merasakan persaudaraan dan kemakmuran,’’ seru Gus Ipul.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengutip nasihat pamannya, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ‘’Kata Gus Dur, kalau ingin hidup tenang, taatlah pada ulama dan kiai,’’ ucapnya. 

Dia mengaku menerima ’’surat cinta’’ dari para ulama, para kiai sepuh, di Jawa Timur. Intinya, PKB diminta mengajukan Gus Ipul sebagai calon gubernur. Inilah latar belakang PKB memutuskan Gus Ipul sebagai calon gubernur. ‘’Karena PKB taat kiai,’’ tegasnya.

Dia bersyukur dukungan terhadap Gus Ipul-Mbak Puti semakin besar. ‘’Kepada Pak Presiden Jokowi, saya sampaikan, insya Allah Gus Ipul-Mbak Puti menang. PKB, NU, ulama, Fatayat, dan Muslimat, holopis kuntul baris, bergerak bersama memenangkan nomor 2,’’ tegasnya. 

(mn/jpr/isd/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia