Senin, 24 Sep 2018
radarmadiun
icon featured
Peristiwa

Ditinggal Berkebun, Tabungan Paniyem Hangus Dilalap si Jago Merah

Senin, 16 Apr 2018 04:30 | editor : Budhi Prasetya

kebakaran ngawi

TAK BERNILAI LAGI : Paniyem menunjukkan sisa tabungannya yang hangus.  (Deni Kurniawan/Radar Madiun)

NGAWI – Mata Paniyem masih terlihat sembab. Raut kesedihan masih tergambar jelas dari raut muka janda 64 tahun itu. Dirinya hanya bisa menatap pasrah lembaran rupiah miliknya yang hangus terbakar, Sabtu (14/4) lalu. 

Dari total Rp 3 juta, cuma beberapa lembar yang tersisa. Itu pun sudah tidak lagi utuh. Ada yang hangus di tepian lembaran, ada yang tinggal separo. 

Celaka itu terjadi setelah si jago merah melahap habis rumah berdinding papan kayu jati miliknya. Kejadian yang menimpa warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wib. 

‘’Tidak tahu nanti mau diapakan (uang, Red). Sekarang ambil yang selamat dulu,’’ ungkap Paniyem.

Kepulan asap hitam membubung tinggi di langit Desa Kedungputri sore itu. Dengan cepat api melahap rumah yang sebagian besar berpelindung kayu tersebut. Saat kejadian, Paniyem yang serumah dengan bungsunya itu sedang keluar. 

‘’Saya lagi bersih-bersih kebun,’’ tegasnya. 

Saat ditinggal keluar, penghangat nasi sedang menyala. Namun, Paniyem tak tahu persis apa yang membuat api berkobar di dalam rumahnya. Semula, Paniyem merasa normal-normal saja. 

‘’Tahu-tahu, warga berteriak karena mendengar ledakan keras,’’ tukasnya. 

Para tetangga tak tinggal diam. Sebisa mungkin, mereka berupaya menjinakkan api yang berkobar. Namun, sebagian barang berharga dan perkakas telanjur menjadi abu. 

Minggu (15/4), warga melanjutkan bersih-bersih rumah Paniyem. Mulai papan kayu, jati, lemari, dipan, dan sejumlah barang di dalam rumah dijauhkan dari tempat kejadian perkara. Baik yang masih utuh maupun yang sudah legam hangus. 

‘’Uangnya sebenarnya saya simpan di dua tempat. Yang dua juta sudah tak ketemu, tinggal yang satu juta (sebagian terbakar) ini,’’ urainya. 

Sedianya, simpanan uang itu bakal digunakannya untuk memenuhi kebutuhan bertani di musim tanam kali ini. Niatan itu mesti diurungkannya karena tak ada modal lagi. 

Sekarang dia hanya bisa memandangi warga setempat menepikan kayu-kayu jati bahan bangunan rumah yang sudah tidak utuh tersebut. 

‘’Ruang itu untuk menyimpan karung bekas pupuk. Televisi, beras, lemari, pakaian, habis semuanya,’’ ratapnya.

Kades Kedungputri Tri Wahyudiono berjanji memberikan bantuan kepada Paniyem. Pihaknya segera mengajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi. 

‘’Dari olah TKP Polsek Paron, kebakaran diduga akibat korsleting,’’ tegasnya. 

(mn/jpr/sib/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia