Selasa, 20 Nov 2018
radarmadiun
 
icon featured
Peristiwa
Hari Kartini

Mbak Puti: R.A Kartini Inspirasi bagi Kaum Perempuan

Sabtu, 21 Apr 2018 03:30 | editor : Budhi Prasetya

NYEKAR:  Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2 Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam R.A. Kartini di Rembang, Jateng. Dia terinspirasi tokoh emansipasi perempuan tersebut.

NYEKAR:  Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2 Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam R.A. Kartini di Rembang, Jateng. Dia terinspirasi tokoh emansipasi perempuan tersebut. (Istimewa)

REMBANG - Menyambut Hari Kartini 21 April, calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur Nomor 2 Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam tokoh emansipasi perempuan tersebut di Rembang, Jawa Tengah. 

‘’Ibu Raden Adjeng Kartini menjadi inspirasi saya, juga bagi banyak tokoh serta kebanyakan kaum perempuan. Semangat beliau tak pernah padam, bahkan makin terang menyala di era milenial,’’ kata Mbak Puti usai nyekar di makam pahlawan nasional tersebut, Jumat (20/4).

Makam R.A. Kartini berada di Desa Bulu, Rembang. Lokasinya di sebuah bukit,  belakang kantor Kecamatan Bulu, di jalur utama Rembang-Blora. 

‘’Selamat memperingati Hari Kartini bagi seluruh perempuan Indonesia. Selamat mengembangkan peran di semua sektor kehidupan. Semoga Indonesia Raya semakin jaya ke depan,’’ ucapnya. 

Presiden Soekarno menetapkan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional. Bung Karno juga menetapkan 21 April sebagai hari besar yang diperingati secara nasional. Itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.

Puti, cucu Bung Karno, nyekar ke Makam Kartini didampingi Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno. ‘’Bagi Mbak Puti, semangat Kartini semakin meneguhkan hati untuk terus melangkah, menatap tugas-tugas ke depan,’’ kata Untari. 

Di makam, Puti menaburkan bunga segar. Dia khusyuk berdoa. ‘’Semoga Allah SWT memberikan tempat bahagia dan mulia bagi Ibu Kartini dan semua pejuang bangsa ini,’’ doa Puti.

Puti juga berkunjung ke rumah yang sering disinggahi Kartini. Puti melihat seisi rumah, termasuk kamar yang menjadi tempat istirahat Kartini ketika berkunjung ke rumah itu. 

‘’Kita mensyukuri kelahiran Ibu Kartini, yang di kemudian hari berperan penting dalam sejarah bangsa, terutama emansipasi perempuan,’’ kata Puti.

Di rumah itu Puti dan Untari bertemu Ny Janarto, keluarga besar Bupati Rembang Djojo Adiningrat, suami Kartini. ‘’Biasanya saat memperingati Hari Kartini, kerabat keluarga datang di rumah ini,’’ kata Ny Janarto. ‘’Semoga Mbak Puti Guntur Seoekarno terpilih jadi wakil gubernur Jawa Timur,’’ lanjutnya. 

Ny Janarto menunjukkan foto kakeknya dan Bung Karno. Keduanya teman sekolah di HBS Surabaya. Kartini meninggal dunia pada usia sangat muda, 25 tahun, ketika melahirkan putra pertamanya dari perkawinan dengan Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Bagi Puti, Kartini mempraktikkan cara berpikir yang out of the box, yang tidak lazim di zamannya. Dia tertarik cara berpikir kaum perempuan Eropa. 

‘’Ibu Kartini juga ingin mengangkat kaum perempuan pribumi, yang saat itu perannya masih sangat terbelakang,’’ tuturnya.

Sebelum usia 20 tahun, Kartini banyak melakukan korespondensi dengan kawan-kawannya di Belanda. Dia juga melahap koran, buku, dan majalah modern. 

Pemikiran-pemikiran modern telah diserapnya di usia sangat muda. Buku berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, juga dibaca Kartini. Buku itu mengisahkan perlakuan buruk pemerintah kolonial Belanda pada pribumi Jawa. 

Setelah meninggal, surat-surat Kartini dikumpulkan menjadi buku oleh Mr JH Abendanon. Buku itu ditulis ulang dalam bahasa Melayu oleh Armijn Pane, sastrawan Pujangga Baru, dengan judul: Habis Gelap Terbitlah Terang. 

W.R. Soepratman mencipta lagu Ibu Kita Kartini yang semakin mengabadikan nama Kartini. Sastrawan Pramoedya Ananta Toer juga tergerak menulis buku: Panggil Aku Kartini Saja. 

‘’Ibu Kartini tokoh yang sangat mencintai kaum dan bangsanya. Api nasionalisme menyala pada dirinya. Pikiran-pikirannya penuh humanisme,’’ kata Puti.

(mn/jpr/sib/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia